Sulteng Hari Ini

Peresmian BBM Satu Harga di Sulteng Dinilai Jadi Momen Kebangkitan Ekonomi Warga

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Erwin Dwiyanto mengungkapkan, Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara selalu ber

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Alan
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Erwin Dwiyanto 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Erwin Dwiyanto mengungkapkan, Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara selalu berperan aktif dalam mendukung program-program Pemerintah.

Utamanya dalam hal peningkatan perekonomian dan akses energi berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.

"Sebagaimana Sambutan yang tadi disampaikan oleh Komite BPH Migas, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi sejak Tahun 2017  telah merealisasikan 42 SPBU BBM Satu Harga dan Pada Tahun 2022," ungkap Erwin Dwiyanto.

Lebih lanjut, Erwin Dwiyanto mengatakan, Pertamina merencanakan pembangunan BBM Satu Harga sejumlah 12 titik di lokasi 3T di Sulawesi.

"Dari 12 titik tersebut, 11 diantaranya akan diresmikan hari ini dan kemudian siap untuk operasional, menyisakan 1 titik yang sedang dalam fase pembangunan di Gorontalo Utara yang ditargetkan selesai tahun ini," kata Erwin Dwiyanto.

Baca juga: 11 Titik BBM Satu Harga di Sulteng Diresmikan, Berikut Lokasinya

Erwin Dwiyanto menjelaskan, 11 Titik BBM Satu Harga tersebut, antara lain 5 SPBU di Kabupaten Tojo Una-Una, 3 SPBU di Kabupaten Banggai Laut, dan masing-masing 1 SPBU di Kabupaten Mamasa di Sulbar, Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara.

11 Titik tersebut untuk dapat menjamin harga yang setara dengan SPBU yang ada di Kota.

Pertamina menanggung biaya Distribusi BBM secara full dari Terminal BBM terdekat dengan moda transportasi menyesuaikan masing-masing wilayah.

"Ada yang harus berganti moda transportasi dan melalui medan yang perlu jaraknya dekat, namun perlu berhari-hari untuk sampai ke SPBU dikarenakan jalanan yang belum aspal dan berlumpur di tengah hutan seperti di Seko, Sulawesi Selatan," beber Erwin Dwiyanto.

Oleh karena itu, melalui kesempatan ini, Erwin Dwiyanto menyampaikan, agar dilokasi yang sudah terdapat SPBU BBM Satu Harga, paralel dapat memprogramkan perbaikan infrastruktur utamanya akses menuju SPBU tersebut.

Karena ini juga akan berdampak pada perekonomian wilayah sekitar.

"Harapannya dengan semakin banyak lembaga penyalur dengan harga setara dengan di kota, biaya produksi biaya bahan pokok dapat ditekan sehingga harga-harga di suatu wilayah semakin terjangkau, dan akhirnya hal ini merepresentasikan kehadiran Pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," jelas Erwin Dwiyanto. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved