Morowali Hari Ini

Digelar AMPG Morowali, 20 Tim Karang Taruna Berebut Hadiah Total Rp 15 Juta di Turnamen Mahule

Kegiatan yang melibatkan Karang Taruna Bungku Tengah itu menperebutkan hadiah total Rp 15 juta dan tropi.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/ALAN
AMPG Mehule Cup I dipusatkan di Bungku Beach, Desa Naka, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Morowali menggelar turnamen permainan tradisional Mehule alias gasing.

Kegiatan yang melibatkan Karang Taruna Bungku Tengah itu menperebutkan hadiah total Rp 15 juta dan tropi.

AMPG Mehule Cup I dipusatkan di Bungku Beach, Desa Naka, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Ketua AMPG Morowali Abdul Sidik Akrim mengatakan, kegiatan itu berawal dari pemikiran dan gagasan untuk kembali membumikan tradisi atau budaya yang hampir punah di telan perkembangan zaman canggih dan modern seperti saat ini.

Baca juga: Lantik 9 Kepala Sekretariat Panwascam, Ketua Bawaslu Morowali Ingatkan Profesionalisme

"Kehadiran kita di sini adalah untuk bersama-sama tetap menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya permainan Mehule ini khususnya bagi para pemuda yang berada di Kabupaten Morowali," ujar Abdul Sidik Akrim.

Dia menambahkan, kegiatan itu akan menjadi agenda tahunan DPD Partai Golkar Morowali sebagai bentuk pelestarian dan menjaga tradisi dan budaya.

AMPG Mehule Cup I diikuti 20 regu atau tim yang mewakili 19 karang taruna kelurahan dan desa se Kecamatan Bungku Tengah.

Ketua Dewan Adat To Bungku Maizun Ilwan Ridhwan terharu sekaligus bangga, karena masih ada kelompok pemuda yang terus menjaga dan melestarikan permainan tradisional Mehule.

"Kami dari Dewan Adat To Bungku merasa bangga, bahwa pada hari ini akan dilaksanakan permainan Mehule, dengan memainkannya berarti kita sudah melestarikannya," ujar Maizun Ilwan Ridhwan.

Lebih lanjut, Maizun Ilwan Ridhwan mengatakan, dengan bermain Mehule, Ia dapat mengenang kembali memorinya saat kecil dulu.

Masa dimana Ia dengan riang gembira bermain bersama teman-temannya hingga lupa waktu.

"Saya sangat bangga, karena pada saat ini kita sudah mengingat kembali permainan-permainan dulu yang dilakukan oleh orang-orang tua kita dulu. Sehingga pada saat ini kita tampilkan untuk kita mengenang untuk kita lebih tahu permainan Mehule ini," ujar Maizun Ilwan Ridhwan.

Baca juga: Dewan Adat Usulkan Perubahan Nama Kabupaten Morowali

Selain permainan Mehule, Maizun Ilwan Ridhwan menyebutkan, terdapat 14 permainan lainnya yang perlu dilestarikan dan dijaga keberadaannya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved