Sulteng Hari Ini

Warga Sulteng Wajib Tahu, Cek Besaran Denda Tilang Elektronik Sesuai Pelanggaran Lalulintas

ETLE Statis terpasang empat titik di Kota Palu, untuk daerah lain menggunakan ETLE Mobile yang melibatkan petugas yang berpatroli menggunakan ponsel.

Penulis: Ketut Suta | Editor: mahyuddin
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI - ETLE Statis terpasang empat titik di Kota Palu. Ditrektorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sulteng resmi memberlakukan Tilang Elektronik alias ETLE, sejak 1 November 2022. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ditrektorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sulteng resmi memberlakukan Tilang Elektronik alias ETLE, sejak 1 November 2022.

ETLE Statis terpasang empat titik di Kota Palu, untuk daerah lain menggunakan ETLE Mobile yang melibatkan petugas yang berpatroli menggunakan ponsel.

Dihimpun dari akun instagram Bidhumas Polda Sulteng, berikut besaran denda tilang elektronik sesuai pelanggaran lalulintas di Kota Palu.

Antaranya pelanggaran Alat Pemberi Isyarat Lalulintas (APIL) atau menerobos lampu merah dikenakan denda Rp 250 ribu.

Besaran denda tersebut sesuai dengan pasal 287 ayat (2) pasal 106 ayat (4) huruf c.

Baca juga: Peduli Korban Gempa Cianjur, Polda Sulteng Galang Donasi dan Gelar Salat Gaib

Kemudian tidak menggunakan safety belt alias tidak menggunakan sabuk pengaman denda Rp 10 rubu, sesuai pasal 289 jo pasal 106 ayat (6).

Pelanggaran menggunakan ponsel saat berkendara dikenakan denda Rp 500 ribu, sesuai pasal 283 jo pasal 106 ayat (1).

Lalu untuk pelanggaran mobil barang digunakan muat orang dikenakan denda Rp 100 ribu, sesuai pasal 303 jo pasal 137 ayat (4) huruf a, b, dan c.

Sebelumnya Dirlantas Polda Sulteng Kombes Pol Kingkin Winisuda mengatakan, mekanisme tilang elektronik dengan mefoto kendaraan yang melintas, baik dari Etle Statis maupun Etle Mobile.

Setelah itu hasil foto atau capture akan dikirim ke Pos Gakum Ditlantas Polda Sulteng.

Bagi pelanggar lalulintas akan dikirimi surat tilang sesuai dengan alamat tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Surat dikirim melalui kantor Pos. Pada surat itu akan tertera jenis, tempat, dan waktu pelanggaran dan juga jumlah denda yang harus dibayar," ujar Kingkin.

Baca juga: Polda Sulteng Surati 130 Pelanggar Lalulintas Selama Sosialisasi Tilang Elektronik di Kota Palu

Kingkin juga menjelaskan, jika kendaraan melanggar itu tidak sesuai dengan identitas pengendara, atau kendaraan sudah berpindah tangan kepemilikan.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved