Sulteng Hari Ini

FKUB Dorong Moderasi Beragama Masuk Kurikulum Pendidikan

Di antara hasil Rakernas FKUB yakni merekomendasikan Moderasi Beragama dimasukkan dalam kurikulum di semua satuan pendidikan.

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
handover
Ketua FKUB Sulawesi Tengah (Sulteng) Prof Zainal Abidin (kiri) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) resmi berakhir.

Kegiatan itu berlangsung sejak 1-3 Desember 2022 di Sutan Raja Hotel Jl Abdurrahman Saleh, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Di antara hasil Rakernas FKUB yakni merekomendasikan Moderasi Beragama dimasukkan dalam kurikulum di semua satuan pendidikan.

"Tujuannya untuk menjunjung tinggi kebhinnekaan, menghormati perbedaan yang ada di NKRI, serta meningkatkan kerukunan dan harmonisasi antarumat beragama," ujar Ketua FKUB Sulawesi Tengah (Sulteng) Prof Zainal Abidin, Minggu (4/12/2022).

Baca juga: Rakernas di Kota Palu, FKUB Dorong Penguatan Moderasi Beragama dan Pancasila di Sekolah

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu itu mengatakan, konsep Moderasi Beragama bertujuan untuk meneguhkan kerukunan dan membangun peradaban.

Menurutnya, konsepsi pendidikan Moderasi Beragama perlu diakomodasikan ke dalam kurikulum pendidikan nasional menjadi diantara isi rekomendasi dari Rakernas FKUB se-Indonesia.

"Ini merupakan satu program prioritas FKUB ke depan, yaitu meminta pemerintah agar mengakomodasi moderasi beragama dalam pendidikan nasional," kata Prof Zainal.

Sementara itu, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura menyebut FKUB merupakan miniatur kebhinekaan Indonesia.

Ia berharap FKUB hendaknya menjadi tenda bangsa yang mengayomi semua umat beragama dan beragam kelompok.

Baca juga: Perkokoh Toleransi, 160 Pemuda Ikut Kemah Lintas Agama di Mantikulore Palu

Komitmen tersebut harus tertanam kuat dalam kesadaran para tokoh lintas agama dan aktivis FKUB di semua tingkatan.

"Pemerintah mendukung agar peran FKUB semakin optimal dan menyemai nilai-nilai modernisasi beragama merupakan pilihan yang tepat dan selaras dengan jiwa Pancasila di tengah-tengah adanya gelombang ekstremisme di berbagai belahan dunia," ucap Rusdy Mastura.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved