Palu Hari Ini
Heboh Pesta Dugem di Lingkungan Kampus, Presma UIN Datokarama Buka Suara
Viral sebuah pamflet beredar di media sosial menyebut adanya pesta dugem di acara malam puncak Expo Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat
TRIBUNPALU.COM, PALU - Viral sebuah pamflet beredar di media sosial menyebut adanya pesta dugem di acara malam puncak Expo Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama.
Pamflet mengatasnamakan "Gerakan Peduli Mahasiswa UIN Menggugat" itu berisi sejumlah tuntutan.
Diantaranya meminta pertanggung jawaban rektor dan wakil rektor 3 UIN Datokarama atas terlaksananya kegiatan dugem di kampus.
Iswan Arman Dahlan, mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara Islam Fakultas Syariah UIN Datokarama juga memberikan kritikan serupa.
Ia menyoroti malam puncak expo kampus diwarnai aksi joget-jogetan laki-laki dan perempuan saat menyaksikan penampilan para band lokal.
"Kegiatan malam puncak Expo UIN kita bisa melihat laki-laki dan perempuan berdekatan sambil joget-jogetan. Hal ini sangat bertentangan dengan budaya kampus," kata Iswan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/12/2022).
Malam puncak expo UIN Datokatama berlangsung di pelataran kampus di Jl Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu pada 11 Desember 2022.
Menanggapi kritikan tersebut, Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Datokarama Wasir Kunjae akhirnya angkat bicara.
Berikut tanggapan Wasir Kunjae terkait kontroversi malam puncak expo UIN Datokarama:
Berkaitan dengan Penutupan kegiatan UIN Expo oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Datokarama, yang kemudian di nilai oleh sekelompok Mahasiswa bahwa tidak etis apabila di laksanakan di dalam kampus, saat ini memang lagi hangat di perbincangkan di dalam ataupun luar kampus.
Penutupan UIN Expo tersebut memang cukup ramai, karena bukan hanya mahasiswa UIN saja yang ikut meramaikan tapi dari teman-teman mahasiswa luar juga ikut serta berpartisipasi dalam penutupan tersebut.
Konsep penutupan itu sebenarnya tidak seperti itu, dan kami pun tidak menginginkan hal itu terjadi. Tapi mungkin, responsif dari teman-teman yang hadir pada saat itu cukup antusias berhubung yang tampil pada penutupan itu adalah band-band lokal Kota Palu yang cukup terkenal.
Sekali lagi kami tegaskan bahwa kejadian tersebut di luar kontrol panitia dan tanpa ada unsur kesengajaan.
Olehnya, kami sebagai pelaksana kegiatan memohon maaf atas kejadian tersebut. Dan semoga kita semua selalu di dekatkan dengan hal-hal baik. Aamiin.(*)