OPINI
OPINI: Demi Gaya Hidup, Kehormatan Pun Melayang
Masa remaja merupakan masa pertumbuhan anak karena pada saat itu semua organ tubuh sedang membentuk untuk menuju dewasa
Penulis: Citizen Reporter |
Oleh: Harlina
TRIBUNPALU.COM , PALU - Hari Jumat tanggal 26 Mei 2023 Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) dihebohkan dengan kasus pemerkosaan anak ABG yang berusia 15 tahun oleh 11 pria, 2 diantaranya adalah oknum Brimob dan kepala desa.
10 pelaku yang tersangka yakni NT, ARH, AR, AK, FA, DU, AK, AS, AW dan kades HR. Walaupun pihak liputan mengabarkan kasus ini adalah sebuah tindak pelecehan seksual namun jika ditelusuri lebih lanjut ternyata kasus ini bukanlah pelecehan karena korban melakukan hal tersebut tanpa unsur paksaan tetapi rela karena korban mengharap mendapatkan sesuatu seperti uang, pakaian, HP dan lain sebagainya. (detik.com).
Masa remaja merupakan masa pertumbuhan anak karena pada saat itu semua organ tubuh sedang membentuk untuk menuju dewasa.
Jika organ tubuh dirusak pada usia yang masih labil maka akan mengalami kerusakan karena pembentukan dipaksakan sebelum pada waktunya.
Usia remaja seharusnya diisi dengan banyak karya karena sesungguhnya ditangan mereka penentuan maju atau tidaknya sebuah negeri, jika pada usia sekarang remaja mengalami kerusakan maka sudah dapat dipastikan bahwa kedepannya akan lebih hancur lagi.
PSK (pekerja seks komersial) merupakan sebuah pekerjaan menjajakan diri untuk mendapatkan imbalan, tindakan ini biasa dilakukan oleh wanita dengan unsur kesengajaan namun tak dapat dipungkiri jika ada seorang laki-laki yang ikut melakukan pekerjaan ini.
Baca juga: Babi Mati di Palolo dan Kulawi Selatan, Kadis Peternakan Sigi Sebut Virus CSF Pernah Ada di Sigi
Mengapa banyak wanita yang melakukan PSK?
Prostitusi banyak dilakukan oleh kalangan wanita mulai dari usia ABG hingga lansia.
Pekerjaan ini mereka lakukan dengan berbagai macam alasan seperti;
Pertama; Karena faktor ekonomi, tak sedikit wanita nekat terjun dalam dunia prostitusi.
Demi memenuhi kebutuhan hidup yang semakin banyak nyatanya tidak selalu diimbangi dengan keuangan keluarga jadi banyak wanita yang mengambil jalan pintas untuk memperoleh banyak uang salah satu caranya adalah dengan menjadi PSK.
Kedua; Tuntutan gaya hidup, Lingkaran pergaulan yang konsumtif memaksa para perempuan menempuh segala cara untuk meraih uang, untuk selalu mempunyai banyak uang guna memenuhi keinginannya.
Salah satunya dengan menjadi PSK online. Keinginan kuat mengikuti tren, prestise, dan mempercantik diri menjadi alasan mengapa wanita dengan strata sosial menengah ke atas cenderung terjerumus dalam prostitusi online.
Ketiga; Perasaan Frustrasi, Sebagian wanita kadung melakoni PSK lantaran telah menjadi korban pemerkosaan.
Mereka berpikir hidupnya sudah hancur dan tidak ada pekerjaan yang pantas untuk dirinya selain menjadi PSK.
Rasa rendah diri yang sudah tertanam akan menimbulkan frustrasi.
Hal inilah yang kemudian memicu wanita berkubang dalam dunia gelap, yaitu prostitusi.
Baca juga: 2 Pelaku Persetubuhan Anak Ditangkap Polisi di Kalimantan, Satu Masih Buron
Keempat; Terpengaruh Lingkungan, memang lingkungan mempengaruhi pola pikir dan kehidupan seseorang.
Jika seseorang terlibat dalam pergaulan remang-remang maka ia akan lebih mudah terjerumus ke dalam dunia prostitusi.
Misalnya karena melihat kesuksesan teman yang lebih dulu menjadi PSK, ia pun langsung meniru jejak tersebut dengan iming-iming agar mendapat penghasilan yang banyak.
Prostitusi merendahkan martabat wanita.
Seorang wanita psk akan sangat susah untuk berhenti dari pekerjaannya karena pada akal mereka sudah tertancap pemikiran “jika kehormatan seorang wanita telah direnggut maka apa lagi yang harus kita lakukan “ mereka selalu menganggap dirinya ibarat kotoran yang susah untuk dihilangkan, hal itu membuat para wanita memilih untuk tetap melanjutkan pekerjaannya.
Harta yang paling berharga pada diri wanita adalah kesuciannya jika hal tersebut telah direnggut maka hancurlah kehidupannya namun hal itu tidak bisa kita jadikan alasan untuk membicarakan semua lepas karena setiap musibah yang terjadi pada diri ini tidak bakal dimintai pertanggungjawaban tetapi sebaliknya jika kita meridhoi kehormatan itu direnggut lagi dengan cara tidak hormat dengan alasan karena kesuciannya telah hilang ingatlah bahwa semua perbuatan yang dilakukan tanpa ada unsur keterpaksaan maka akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hadapan Allah swt.
Mengapa saya mengatakan bahwa menjadi psk itu merendahkan kehormatan wanita! Karena pemahaman tentang psk telah rusak dimasyarakat, jadi walaupun alasannya karena faktor ekonomi itu tidak bakal menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mencaci psk tersebut.
Mungkin banyak wanita mengira bahwa mencari uang dengan menjajakan harga diri adalah hal yang bagus karena perputarannya sangat cepat dan sangat dibutuhkan oleh lelaki hidung belang, tetapi apakah mereka mengetahui dampak dari pekerjaan tersebut? Kebanyakan wanita psk hanya mengetahui HIV sebagai penyakit yang satu-satunya akan menimpanya, padahal jika ditelusuri lebih dalam ternyata dampak gonta-ganti pasangan tidak hanya menyerang alat reproduksi pelaku, tetapi ia juga dapat merusak rahim, menularkan penyakit HIV pada pasangannya dan dapat menimbulkan berbagai macam jenis penyakit lain.
Fakta diatas sudah sangat jelas menggambarkan kepada kita betapa merendahkan dan merugikan pekerjaan tersebut karena setiap aktivitasnya akan di ceritakan oleh tetangga, dan dapat menimbulkan banyak tersebut.
Sesungguhnya seorang wanita akan dihormati jika ia pandai menjaga kehormatannya, bukan karena kekayaannya.
Masihkah anda mau bertahan dengan pekerjaan ini, walaupun sejatinya anda sudah mengetahui dampaknya?
Lemahnya hukum yang diterapkan.
Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi hukum, hampir setiap tahun para pemimpin negeri ini melakukan revisi terhadap UU yang berlaku, dengan alasan agar masalah yang ada dapat teratasi dengan cepat.
Jika pemimpin negeri ini serius dalam menetapkan hukum, lantas mengapa setiap masalah yang dihadapi tidak pernah berujung selesai? Bagaimana mungkin masalah akan selesai jika setiap solusi yang diberikan hanya berupa tambal sulam contohnya seperti prostitusi, kasus ini tidak bakal sirna jika pemerintah hanya memberikan edukasi sebagai bentuk usaha untuk menyadarkan pelaku.
Seharusnya setiap masalah di selesaikan dengan mencari akarnya bukan malah menabal, karena masalah itu ibarat sebuah pohon jika pohon itu mengalami kerusakan dalam pertumbuhan maka yang harus diperhatikan adalah akarnya bukan malah daun, ranting atau batangnya karena jika kita hanya terfokus pada solusi yang bercabang maka itu tidak akan menghilangkan masalah tetapi malah menambah masalah baru.
Contoh kurangnya penanganan diatas baru berupa prostitusi, bagaimana dengan masalah lain seperti kemiskinan, pelecehan, pencurian, korupsi, penipuan bahkan tindakan kriminal.
Ini merupakan bukti nyata bahwa manusia adalah makhluk yang lemah karena ia membutuhkan bantuan jika ditimpa masalah. Namun sekarang ini, banyak manusia yang berlaga sombong ia menganggap dirinya sempurna dan mampu membuat hukum untuk mengatur dunia dan dirinya sendiri.
Jadi kita tidak perlu heran jika melihat setiap masalah yang ada tidak dapat teratasi walaupun upaya yang dilakukan sudah lumayan banyak, sebagai makhluk yang beragama sudah seharusnya kita menetapkan Allah sebagai pengatur dalam kehidupan karena sesungguhnya hanya dia satu-satunya dzat yang sempurna dan tak bergantung pada siapa pun. Sebagimana di firmankan;
إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ الْحَقَّ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ
Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik”.(QS. al-an’am:57).
Maka sudah sepatutnya masyarakat sadar bahwa hanya hukum allah yang dapat menyelesaikan masalah, karena hanya dia satu-satunya dzat yang memahami masalah pada ciptaannya.
Hanya sistem Islam yang dapat mencabut masalah dari akarnya!
Di dalam Islam, ada 3 pilar pelaksana penerapan aturan yang dapat memberikan solusi tuntas dalam menghadapi masalah prostitusi.
Pilar tersebut adalah negara, masyarakat, dan individu/keluarga. Negara memiliki peran sebagai pengayom, pelindung, dan benteng bagi keselamatan seluruh rakyatnya, termasuk anak.
Pemberantasan prostitusi baik dewasa maupun anak harus dilakukan secara sistemis.
Langkah yang dapat dilakukan oleh 3 pilar tersebut adalah:
Pertama, penerapan sistem ekonomi Islam.
Islam mewajibkan Negara menyediakan lapangan kerja yang cukup dan layak untuk para kepala keluarga serta laki-laki dewasa.
Para pemangku kewajiban dapat bekerja dan mampu menafkahi keluarganya. Sehingga, tidak ada anak yang telantar, krisis ekonomi yang memicu anak mencari kasih sayang dan penghidupan yang layak dengan cara yang haram.
Kedua, penerapan sistem pendidikan Islam.
Islam mewajibkan Negara menetapkan kurikulum berdasarkan akidah Islam yang akan melahirkan individu bertakwa.
Konsep bagaimana berinteraksi dengan masyarakat yang bukan mahram harus menjadi muatan pendidikan. Seperti batasan aurat, khalwat, menundukkan pandangan, berbaur dengan banyak orang dan lain sebagainya.
Ketiga, pengaturan media massa.
Negara wajib mengatur berita dan informasi yang disampaikan hanya konten yang membina ketakwaan serta menumbuhkan ketaatan umat.
Konten yang dapat melemahkan keimanan dan pelanggaran hukum syara’ akan ditindak tegas.
Dengan demikian situs-situs yang menjadi peluang terjadinya prostitusi dapat di diatasi
Keempat, penerapan sanksi sesuai syariah.
Negara wajib memberi hukuman tegas terhadap para pelaku prostitusi dan kekerasan seksual terhadap anak.
Selama ini, hukuman yang diberikan pemerintah hanya berbentuk denda dan nasehat bagi anak di bawah umur.
Hukuman tersebut tidak menghentikan pelaku kejahatan.
Kelima, peran masyarakat dalam mengontrol negara sebagai pelindung rakyat.
Masyarakat harus mengingatkan negara akan tanggung jawabnya dalam melayani umat.
Islam akan menjadi rahmat bagi semesta alam jika dijalankan secara menyeluruh dalam lini kehidupan.
Namun, penerapan tersebut hanya dapat dilaksanakan oleh Negara yang menjalankan ideologi Islam.
Terakhir, peran individu yang harus terus memperbanyak ilmu agama untuk membentengi diri dari perbuatan melanggar syariat.
Sering berkumpul dengan orang-orang sholih dan atau sholihah dapat membentuk seseorang menjadi baik. Setiap individu akan memiliki benteng iman dan takwa yang kuat untuk menghindari kemaksiatan termasuk bisnis prostitusi.
Dengan peran tiga pilar ini, insyallah masyarakat tenteram, anak-anak tumbuh dalam keamanan dan kenyamanan serta jauh dari bahaya yang mengancam. Allahu a’lam bish showab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Harlina-Pelajar-dan-Pengemban-Dakwah-asal-Sulteng.jpg)