Sigi Hari Ini
Dinas Peternakan Sigi Tegaskan Flu Babi Afrika Tidak Menular ke Manusia
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi menegaskan bahwa Flu Babi Afrika tidak menular kepada manusia.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi menegaskan bahwa Flu Babi Afrika tidak menular kepada manusia.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi Moh Akib Ponulele mengatakan, Penyakit Flu Babi Afrika bukan penyakit kategori zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia maupun manusia ke hewan.
"Flu Babi Afrika bukan penyakit zoonosis. Zonosis sendiri adalah penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya, Jadi karena Flu Babi Afrika ini bukan penyakit zoonosis kemungkinan menularnya penyakit ini ke manusia itu nol," ujar Moh Akib Ponulele kepada TribunPalu.com, Jumat (28/7/2023).
Ia menuturkan agar masyarakat Kabupaten Sigi khususnya tidak panik dengan sejumlah Kecamatan di Wilayah Mareso Masagena positif Flu Babi Afrika.
Baca juga: Dishub Palu Usulkan Pelaku Usaha Wajib Punya Lahan Parkir, Supaya Tak Gunakan Trotoar
"Jadi itu yang kami sampaikan kepada masyarakat, jangan sampai masyarakat panik dengan adanya kasus Flu Babi Afrika disekitarnya. Rata-rata kandang babi di Sigi berada didekat pemukiman warga, sehingga masyarakat yang tinggal didekat kandang babi itu tidak perlu panik dan risau dengan adanya kasus flu babi afrika. Flu Babi Afrika tidak menular dari hewan ke manusia," tutur Akib Ponulele.
Diketahui Jumlah Ternak Babi yang mati akibat Flu Babi Afrika di Kabupaten Sigi mencapai 530 ekor.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi Moh Akib Ponulele mengatakan, angka kematian ternak babi di Kabupaten Sigi terdapat di 9 desa.
Kata Akib, 9 Desa terdapat kematian ternak babi akibat Flu Babi Afrika dari empat Kecamatan yakni Sigi Biromaru, Palolo, Lindu dan Kulawi Selatan.
"Jumlah ternak babi mati sebanyak 530 ekor terdiri di Kecamatan Sigi Biromaru 270 ekor, Palolo 197 ekor, Kulawi Selatan 13 ekor dan Lindu 50 ekor babi mati," kata Akib Ponulele.
Menurutnya, kematian ternak babi akibat Flu Babi Afrika terbanyak di Kecamatan Sigi Biromaru.
Untuk kematian babi di Desa Jono Oge Kecamatan Sigi Biromaru sebanyak 270 ekor.
Sementara Kematian babi di Kecamatan Palolo antara lain Desa Uenuni 76 ekor, Tongoa 53 ekor, Berdikari 17 ekor, Bahagia 23 ekor dan Ranteleda 28 ekor.
Sedangkan di Kulawi Selatan di Desa Lawua sebanyak 13 ekor babi mati.
Untuk Kecamatan Lindu tepatnya di Desa Puroo sebanyak 50 ekor babi mati akibat Flu Babi Afrika. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Akib-Ponulele-2023.jpg)