Kamis, 9 April 2026

Perang Gaza

Perang Hamas-Israel Bikin Eropa Ketar-ketir, Qatar Keluarkan Ancaman Serius

Hal ini terkait dengan ancaman Qatar menghentikan ekspor minyaknya ke Benua Biru jika serangan Israel terhadap Palestina terus berlanjut.

Handover
Israel telah melancarkan serangan intensif di Jalur Gaza selama empat hari berturut-turut setelah serangan mendadak oleh kelompok militan Hamas pada Sabtu (7/10/2023) pagi. 

TRIBUNPALU.COM - Eropa saat ini dihadapkan pada ketegangan yang disebabkan oleh Qatar.

Hal ini terkait dengan ancaman Qatar menghentikan ekspor minyaknya ke Benua Biru jika serangan Israel terhadap Palestina terus berlanjut.

Jika ekspor gas benar-benar dihentikan, Eropa akan menghadapi tantangan lebih besar dalam memenuhi kebutuhan gas untuk musim dingin mendatang.

Pasokan gas untuk penghangat rumah sudah mengalami defisit setelah Rusia juga menghentikan ekspor gas pasca invasi ke Ukraina.

Pemerintah Qatar memiliki rencana untuk menghentikan ekspor gasnya ke Eropa dan pasar global jika konflik antara Israel dan militan Palestina Hamas tidak segera dihentikan.

"Qatar mengancam bahwa jika pemboman di Gaza tidak berhenti, mereka akan berhenti mengirimkan gas ke dunia!" ujar cuitan pengguna akun media sosial X, Qatar_Affairs.

Cuitan tersebut viral di platform X tepat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan perang dan bersumpah negaranya akan melakukan balas dendam atas serangan yang dilakukan pasukan Hamas.

Juru bicara pemerintahan Qatar hingga kini belum mengeluarkan pernyataan terkait kebenaran informasi ini, namun Profesor Studi Timur Tengah dari Universitas Hamad bin Khalifa di Qatar, Marc Owen, menyebut berita tersebut adalah informasi palsu.

Menurut Owen, informasi yang disampaikan Qatar Affairs belum dapat dibuktikan kebenarannya, terlebih pada tahun 2017 silam akun ini pernah ditangguhkan dari platform X karena kerap menyebarkan berita misinformasi kepada publik.

"Dia menyamar sebagai akun berita yang sah dan sebagian besar konten mereka dirancang agar terlihat seperti akun berita standar Qatar, [tetapi] banyak disinformasi," ujar Owen ke Doha News.

"Taktiknya selalu sama, yakni memberikan kesan masuk akal sehingga masyarakat lebih cenderung mempercayai berita palsu," tambah Owen.

Meski informasi yang disampaikan Qatar_Affairs palsu, namun apabila ancaman itu benar – benar terjadi maka hal tersebut akan berdampak negatif bagi sentimen pasar global. Mengingat Qatar merupakan salah satu negara eksportir gas terbesar di dunia dengan total ekspor mencapai 106,8 miliar meter kubik pada tahun lalu.

Sebagai informasi belakangan diketahui sejumlah pejabat Qatar diam – diam rutin menyuarakan dukungan terhadap warga Palestina.

Seperti Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani yang menyerukan dunia untuk mendukung rakyat Palestina dalam menemukan solusi politik yang adil.

Pernyataan tersebut dilontarkan Sheikh Tamim saat berpidato pada sidang ke-78 Majelis Umum PBB di New York, akhir pekan lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved