Rabu, 15 April 2026

Palu Hari Ini

FGD PMII dan JPMG Tanamkan Moderasi Beragama di Kalangan Pemuda Kota Palu

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggandeng Jaringan Penggerak Moderasi Beragama (JPMG) menggelar Forum Group Discussion (FGD) penguatan m

Editor: Haqir Muhakir
Syahrul Cahya
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggandeng Jaringan Penggerak Moderasi Beragama (JPMG) menggelar Forum Group Discussion (FGD) penguatan moderasi beragama, Sabtu (24/2/2024).  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Syahrul Cahya

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggandeng Jaringan Penggerak Moderasi Beragama (JPMG) menggelar Forum Group Discussion (FGD) penguatan moderasi beragama, Sabtu (24/2/2024). 

FGD bertajuk "Manifestasi Nilai Keagamaan dalam Bingkai Kebhinekaan" itu berlangsung di Aula Kantor Kemenag Palu, Jl Bantilan, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu

Amatan TribunPalu.com, kegiatan itu dihadiri puluhan pemuda dari kalangan siswa, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan organisasi keagamaan. 

Ketua PKC PMII Sulteng, Moh. Rizal menyebut tujuan dilakukannya diskusi moderasi beragama itu untuk terus menyemarakkan gerakan tentang pentingnya moderasi beragama. 

Baca juga: Ketua PWNU Sulteng Jadi Narasumber Diskusi PMII dan JPMG di Kantor Kemenag Palu

"Ini tidak hanya soal seremonial, ini betul-betul mengakar dan kita sadar sebagai individu untuk menjadi penggerak bagaimana nilai-nilai multikultural, nilai-nilai keberagaman bisa kita salurkan kepada masyarakat," ujarnya saat membacakan laporan panitia. 

Sekaligus membuka kegiatan, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tengah, Arfan berkesempatan menjadi narasumber pertama. 

Ia menyitir bagaimana peran dan kerjasama seluruh lapisan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai keberagaman. 

Apalagi Indonesia termasuk negara dengan populasi penduduk yang beragam. 

"Ini bukan hanya kerja pemerintah, tapi ini kerja seluruh masyarakat untuk bagaimana bisa mengedukasi nilai-nilai keagamaan dalam bingkai kebhinekaan," tandasnya. 

Meski demikian, ia mengaku pihaknya juga massif melakukan program-program kerja mendukung perdamaian dan harmoni masyarakat. 

Seperti sosialisasi, workshop, membentuk forum dan koordinasi lintas stakeholder. 

Hal itu senada dengan materi  Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Prof. Lukman S. Thahir. 

Pria kelahiran 1 September 1965 itu menekankan bahwa Indonesia menjadi indah karena adanya perbedaan. 

Pada hakikatnya, lanjutnya, Indonesia terbentuk juga karena berbarengan dengan agama. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved