Morowali Hari Ini
Serikat Pekerja Tambang di Morowali Desak PT IMIP Perbaiki Sistem K3
Data Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi (SBIPE) Morowali setidaknya terdapat delapan orang masih menjalani perawatan intensif
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Syahril
TRIBUNPALU. COM, MOROWALI - Tragedi kebakaran tungku smelter 41 PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) pada 24 Desember 2024 lalu, menjadi catatan kelam perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkup perusahaan tambang.
Tak tanggung-tanggung, kebakaran itu menelan 21 korban jiwa dan sebagian lainnya masih dalam perawatan.
Data Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi (SBIPE) Morowali setidaknya terdapat delapan orang masih menjalani perawatan intensif
Menurut data yang dikumpulkan SBIPE dari berbagai sumber, sepanjang 2015 hingga 2022 kecelakaan kerja menelan korban jiwa sebanyak 53 orang, 40 di antaranya buruh Indonesia dan 13 orang warga negara asing.
Berdasarkan penelitian mereka, mayoritas kecelakaan kerja terjadi bukan atas kesengajaan buruh, namun karena intensitas kerja yang lebih mengedepankan target produksi di tengah lingkungan kerja beresiko tinggi.
Baca juga: 2 WNA Cina Tersangka Ledakan Tungku Smelter PT ITSS Morowali Jadi Tahanan Rumah
"Faktor lain ialah buruh bekerja dengan jam kerja yang panjang serta diduga buruknya pengawasan dan pembinaan sistem K3," kata Ketua SBIPE Morowali Henry Foord Jebbs melalui rilis tertulisnya, Selasa (27/2/2024).
Dia menjelaskan, seharusnya sistem K3 di PT IMIP mengikutsertakan serikat buruh.
Bahkan serikat buruh harusnya dijadikan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) sebagaimana yang telah diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1970 dan Permenaker Nomor 4 Tahun 1987.
Henry Foord Jebbs juga mendorong perusahaan
Selain itu, buruh seharusnya diberikan fasilitas kesehatan tingkat I, peningkatan layanan dan fasilitas klinik, serta ketersediaan dokter yang memadai.
"Sebab sepanjang belum ada perbaikan yang menyeluruh dan struktural dalam sistem K3 di PT IMIP kejadian kecelakaan kerja dikhawatirkan akan terus terjadi," ujar Henry.
Baca juga: Rapat Dengar Pendapat DPRD Sulteng, Alimuddin Paada Soroti Spesifikasi Tungku PT ITSS yang Meledak
Dia juga menyoroti minimnya pusat kesehatan di perusahaan itu.
"Hanya ada dua klinik, padahal jumlah buruh mencapai ratusan ribu," ucap Henry.
SBIPE Morowali mendesak perusahaan perlu meningkatkan kualitas MCU (medical Check Up) bagi buruh terkait pencegahan dini secara akurat atas ancaman kesehatan bagi buruh. (*)
PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi
kecelakaan kerja
PT IMIP
SBIPE Morowali
| Bupati Morowali Ingatkan OPD Susun Program Berbasis Perencanaan, Bukan Sekadar Anggaran |
|
|---|
| Pemeriksaan BPK di Morowali, Bupati Tekankan Akuntabilitas dan Data Akurat |
|
|---|
| Pengecekan Propam di IMIP, Personel Diminta Jaga Integritas dan Kewaspadaan |
|
|---|
| Kapolres Morowali Lepas Personel Iktikaf, Tekankan Pembinaan Spiritual |
|
|---|
| IBR Cup Resmi Bergulir, Iriane Ilyas Tekankan Sportivitas dan Kebersamaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Buruh-Tambang.jpg)