Senin, 27 April 2026

Sulteng Hari Ini

Dinkes Sulteng Sosialisasi IPV-2 dan PIN Polio 2024 di Kota Palu

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengadakan workshop atau sosialisasi mengenai Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV-2) dan P

Editor: Haqir Muhakir
Angelina
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengadakan workshop atau sosialisasi mengenai Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV-2) dan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2024. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Angelina

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengadakan workshop atau sosialisasi mengenai Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV-2) dan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2024.

Acara tersebut berlangsung di Hotel Jazz, Jl Zebra, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan pada hari Rabu (17/7/2024) siang.

Pantauan TribunPalu.com, dalam sosialisasi ini hadiri oleh puluhan jurnalis di Kota Palu dan fasilitator dari Dinkes, IDAI dan PPK Sulteng. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulteng, Jumriani, menyampaikan telah lama berupaya mempertahankan status eliminasi polio di Indonesia sejak mendapatkan sertifikat dari WHO pada tahun 2014.

Baca juga: Komunitas Rumah Literasi Ceria Ubah Paradigma Pendidikan melalui Literasi

Namun, pada tahun 2022 terjadi kejadian luar biasa (KLB) polio pertama di Aceh dan beberapa wilayah lainnya, yang memicu perlunya pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio.

"Akhirnya kita harus menggelar Pekan Imunisasi Nasional," kata Jumriani. 

Lebih lanjut, kata dia, pada Pandemi COVID-19 kemarin juga menjadi menghambat pencapaian target imunisasi, yang berdampak pada kasus polio baru.

"Kejadian ini menunjukkan bahwa kita harus bekerja lebih keras dan bersama-sama untuk mencapai tujuan kita," tambahnya.

Dalam upaya untuk memaksimalkan perlindungan anak-anak, program imunisasi polio akan diperluas dengan penggunaan vaksin suntik, yang dianggap aman baik dari perspektif agama maupun medis.

Namun, capaian imunisasi polio di Sulawesi Tengah masih rendah, dengan cakupan imunisasi dasar (IDL) baru mencapai 38 persen, sementara cakupan IPV2 masih di bawah 30 persen dari target 80 persen.

"Kami berharap media dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi polio," ungkapnya.

Menurut Jumriani, polio dapat dicegah dengan efektif melalui pemberian vaksin kepada anak-anak.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa polio dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak-anak dan tidak memiliki obat yang efektif. Contoh kasusnya adalah polio yang menyebabkan kelumpuhan seumur hidup pada salah satu kaki.

"Gejala awal biasanya berupa demam, dan diagnosa harus dilakukan melalui laboratorium yang saat ini belum tersedia di Sulteng. Sampel-sampel tersebut harus dikirim ke Jakarta untuk dianalisis," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved