Sabtu, 11 April 2026

Morowali Hari Ini

Kepala Disdikbud Morowali Sebut Sekolah Sistem Shift di Bahodopi Lebih Efisien

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Morowali harus memberlakukan sistem shift di sejumlah satuan pendidikan lingkup Kecamatan Bahodo

Editor: Haqir Muhakir
TribunPalu.com/Syahril
ILUSTRASI siswa sekolah dasar. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Syahril

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Morowali harus memberlakukan sistem shift di sejumlah satuan pendidikan lingkup Kecamatan Bahodopi, lantaran ruangan belajar yang terbatas sementara jumlah peserta didik membludak.

"Sehingga kami menerapkan sistem shift, sebelumnya 3 shift sekarang sudah 2 shift," urai Kepala Disdikbud Kabupaten Morowali kepada TribunPalu.com ditemui di ruang kerjanya, kompleks perkantoran Bumi Fonuasingko, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (23/7/2024).

Pengurangan shift tersebut berkat adanya peresmian 4 gedung sekolah dasar (SD) baru di wilayah tersebut.

"Ini yang agak sedikit mengurai sehingga turun menjadi 2 shift," ujarnya.

Disdikbud Morowali saat ini masih kesulitan mencari lahan untuk pembangunan satuan pendidikan baru. Pasalnya, satu bangunan SD diperlukan paling sedikit lahan seluas setengah hektar, sehingga langkah yang dapat dilakukan oleh Disdikbud selain pemberlakuan sistem shift juga pembangunan gedung sekolah bertingkat.

Baca juga: Tanggapi Indikasi Siswa Terlibat Narkotika, Kadis Pendidikan Morowali Ajak BNNK Tes Urine di Sekolah

"Hanya saja kalau pembangunan gedung bertingkat itukan akan direnovasi total, dimana nanti siswa belajarnya saat proyek berlangsung," katanya.

Pihaknya juga menata jumlah siswa di setiap satuan pendidikan dasar wilayah Bahodopi, agar tidak terjadi penumpukan jumlah siswa dalam satu sekolah. 

Selain kesulitan mencari lahan, ada kekhawatiran jika membangun banyak sekolah di wilayah tersebut, lantaran warga yang tinggal disana umumnya pekerja industri ekstraktif. "Bagaimana kalau produksi perusahaan tiba-tiba turun, setengah dari masyarakat disana kembali ke kampung mereka masing-masing, dikhawatirkan bangunan-bangunan itu jadi gedung terbengkalai," paparnya.

Sehingga lebih efisien diberlakukan sistem shift dengan jumlah mata pelajaran yang sama setiap shift-nya. Disdikbud juga telah menambah tenaga pengajar di setiap satuan pendidikan. 

"Jadi nda boleh ada guru yang masuk shift pagi mengajar juga shift siang, karena itu tidak akan maksimal lagi dia mengajar," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved