Minggu, 3 Mei 2026

Fenomena Cuaca El Nino Berganti La Nina Per Agustus 2024, Ini Dampaknya pada Pertanian

Ketika terjadi La Nina, angin timuran yang bersifat lembap karena membawa uap air dari Samudera Pasifik menuju Indonesia mengalami peningkatan.

Tayang:
Editor: mahyuddin
handover
Ilustrasi - Fenomena cuaca El Nino berakhir dan akan berganti dengan datangnya La Nina mulai Agustus 2024. 

TRIBUNPALU.COM - Fenomena cuaca El Nino berakhir dan akan berganti dengan datangnya La Nina mulai Agustus 2024.

Hal itu berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

El Nino adalah fenomena yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudera Pasifik tengah dan timur yang lebih hangat dari batas normalnya.

Dengan berakhirnya El Nino, maka beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami peningkatan curah hujan.

Peralihan itu terjadi akibat mendinginnya suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur.

Hasil pemantauan data suhu permukaan laut di Samudera Pasifik tercatat, ada penurunan pada indikator El Nino mulai Mei hingga Juli 2024.

Baca juga: BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Wilayah Sulteng, Cek Daftar Daerahnya

Lantas, apa itu La Nina dan bagaimana dampaknya bagi Indonesia?

Fenomena La Nina, kapan terjadi di Indonesia?

Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Supari menjelaskan, La Nina adalah fenomena penyimpangan iklim yang ditandai dengan mendinginnya suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur.

Ketika terjadi La Nina, angin timuran yang bersifat lembap karena membawa uap air dari Samudera Pasifik menuju Indonesia mengalami peningkatan.

Hal itu mengakibatkan awan mengalami penambahan pembentukan, sehingga berpotensi meningkatkan curah hujan.

Supari melanjutkan, fenomena La Nina di Indonesia akan terjadi Agustus 2024.

Namun, menurut prediksi BMKG dan sejumlah lembaga iklim dunia, La Nina akan berada pada intensitas lemah.

"La Nina diprediksi mulai terjadi Agustus 2024, meskipun peluangnya tidak mencapai 80 persen," kata Supari dikutip dari Kompas.com, Rabu (31/7/2024).

Hingga saat ini, BMKG masih terus melakukan monitoring terkait kehadiran La Nina di Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved