Bentrok Warga di Sigi
Bentrokan Antar Warga di Sigi, Satu Orang Tewas, 2 Terkena Anak Panah
Nabil sempat dilarikan ke Rumah Sakit Undata, Palu, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Angelina
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kembali diwarnai ketegangan setelah seorang pemuda bernama Nabil (19) dari Desa Rarampadende meninggal dunia akibat bentrokan yang terjadi pada Rabu siang (9/10/2024).
Nabil sempat dilarikan ke Rumah Sakit Undata, Palu, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Situasi ini memperburuk kondisi yang sudah memanas, menyusul insiden sebelumnya yang melukai dua warga Desa Pesaku, Ryan dan Andre.
Baca juga: KPU Palu Bakal Siapkan Spot Nobar Debat Paslon Calon Wali Kota pada 8 Kecamatan
Bentrokan bermula sekitar pukul 12.40 WITA saat Ryan dan Andre diserang oleh orang tak dikenal di Desa Rarampadende.
Dalam perjalanan menuju Kota Palu, keduanya terkena serangan menggunakan anak panah.
Ryan mengalami luka di kaki, sementara Andre terluka di pinggul. Keduanya segera dilarikan ke Puskesmas Marawola untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut Kasi Humas Polres Sigi, Iptu Nuim Hayat, Nabil yang terlibat dalam bentrokan tersebut mengalami luka parah dan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RS Undata.
"Korban yang meninggal dunia atas nama Nabil (19), warga Desa Rarampadende, meninggal sekitar pukul 19.00 WITA. Nabil sempat dirawat di rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong dan untuk satu orang korban lainnya masih dalam perawatan," ujar Iptu Nuim saat dikonfirmasi TribunPalu.com pada Kamis pagi (10/10/2024).
Baca juga: Yonif 711/Raksatama Gelar Bakti Sosial Rayakan HUT Infanteri ke 79
Diketahui, bentrokan antara Desa Rarampadende dan Desa Pesaku sudah terjadi untuk kedua kalinya.
Bentrokan kali ini diduga berkaitan dengan insiden beberapa hari sebelumnya, di mana seorang pemuda asal Desa Rarampadende terluka terkena anak panah saat mengantar kekasihnya pulang ke Desa Pesaku sekitar pukul 03.00 WITA.
Insiden awal tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian hingga saat ini.
Ratusan aparat keamanan gabungan dari TNI dan Polri telah dikerahkan untuk menjaga perbatasan antara Desa Rarampadende dan Desa Pesaku guna mencegah bentrokan susulan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang," kata Iptu Nuim.
Baca juga: Sinekoci Gelar Sinema Keliling di 4 Kabupaten dan 1 Kota di Sulawesi Tengah, Cek Jadwalnya
Pihak kepolisia juga masih menyelidiki penyebab bentrokan serta motif penyerangan yang menewaskan Nabil dan melukai Ryan serta Andre.
Saat ini, aparat keamanan memantau ketat situasi di lokasi kejadian.
Mediasi antara warga Desa Rarampadende dan Desa Pesaku dijadwalkan berlangsung hari ini pukul 10.00 WITA di Kantor Desa Luku, dengan tujuan meredakan ketegangan dan mencegah konflik lebih lanjut.(*)
| Bupati Sigi Irwan Lapatta Imbau Warga Desa Rarampadende dan Pesaku Jaga Kondusivitas |
|
|---|
| Bupati Sigi Sampaikan Bela Sungkawa atas Meninggalnya Pemuda Desa Rarampadende |
|
|---|
| Suasana Haru di Rumah Duka Nabil, Pemuda Desa Rarampadende yang Meninggal dalam Bentrokan |
|
|---|
| Kodim Ambil Langkah Cepat Amankan Situasi Pasca Bentrok Antrawarga di Sigi |
|
|---|
| Bupati Sigi Tindak Cepat Pasca-Bentrok Warga di Dua Desa, Pertemuan Solusi Langsung Digelar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/jf-saijdisajida-sidjsijdas.jpg)