Kamis, 16 April 2026

Awal Tahun Harga Bapok di Sigi Naik

Harga Bahan Pokok di Sigi Naik, Disperindag Pantau Stabilitas Harga

Namun, Disperindag memastikan kenaikan tersebut tidak signifikan dan terus berupaya menjaga stabilitas harga di pasar.

Editor: Regina Goldie
ANGELINA/TRIBUNPALU.COM
Kepala Disperindag Kabupaten Sigi, Agus Munandar. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Angelina

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mencatat adanya kenaikan harga pada tiga komoditas bahan pokok di awal tahun 2025. 

Namun, Disperindag memastikan kenaikan tersebut tidak signifikan dan terus berupaya menjaga stabilitas harga di pasar.

Kepala Disperindag Kabupaten Sigi, Agus Munandar, mengungkapkan bahwa pemantauan harga bahan pokok rutin dilakukan setiap minggu, salah satunya di Pasar Ranggulalo.

“Berdasarkan pemantauan terakhir pada 6 Januari 2025, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan adalah cabai rawit merah dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, ikan kembung dari Rp36.667 menjadi Rp38.000 per kilogram, serta daging ayam ras yang naik dari Rp34.000 menjadi Rp35.000 per kilogram,” ujar Agus saat dikonfirmasi TribunPalu.com.

Agus Munandar menambahkan, sebagian besar bahan pokok lainnya cenderung stabil. Misalnya, bawang merah dijual seharga Rp31.667 per kilogram, bawang bombay Rp45.000, bawang putih Rp43.667, cabai merah keriting Rp30.000, dan tomat Rp13.000 per kilogram.

Baca juga: BREAKING NEWS: Awal Tahun 2025 Tiga Bahan Pokok di Sigi Naik

Harga komoditas lain seperti minyak goreng berada di kisaran Rp17.000 per liter untuk minyak goreng curah dan Rp20.000 untuk minyak goreng premium. Gula pasir dijual Rp18.333 per kilogram, garam halus Rp10.000, dan tepung terigu segitiga biru Rp14.667 per kilogram.

“Untuk daging sapi murni, harganya tetap di Rp125.000 per kilogram. Beras seperti merek Cinta Nur dijual Rp15.000 per kilogram, beras Kepala Rp13.000, beras Santana Rp13.000, dan beras SPHP Rp12.500 per kilogram,” jelas Agus Munandar.

Agus Munandar mengapresiasi kondisi stabil harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin tahun 2024.

Menurutnya, sebagian besar harga tidak mengalami lonjakan yang signifikan sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Kami bersyukur, walaupun ada beberapa harga yang naik, tapi kenaikannya tidak menyulitkan perekonomian masyarakat. Kami di Disperindag terus berupaya agar harga bahan pokok di 18 pasar yang kami kelola tetap stabil,” tambah Agus Munandar.

Agus Munandar juga menjelaskan bahwa pihaknya melakukan berbagai strategi untuk mengatasi kenaikan harga, termasuk berkolaborasi dengan Bulog dan Bank Indonesia.

Baca juga: Pemerintah Dorong Impor Sapi Brasil untuk Program Makan Bergizi Gratis

“Kami pastikan kenaikan harga tidak berlangsung hingga tiga minggu berturut-turut. Jika ada lonjakan, kami segera mencari solusinya. Misalnya, untuk beras SPHP, kami menjualnya di Warkop TPID dengan harga Rp60.000 per lima kilogram, lebih rendah dari harga pasar Rp62.500,” ungkap Agus Munandar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved