Selasa, 7 April 2026

Kasus ISPA di Sulteng Naik

Kabupaten Morowali Sumbang Kasus ISPA Tertinggi di Sulteng

Peningkatan kasus ISPA pada pertengahan tahun 2024, bulan Mei hingga Juli, diduga kuat berkaitan dengan musim kemarau dan penurunan kualitas udara.

Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
HANDOVER
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (Kabid P2) Dinas Kesehatan Sulteng, dr. Jumriani. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kabupaten Morowali kembali menjadi penyumbang angka Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tertinggi beberapa tahun terakhir.

Menurut data dari Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng mencatat total 305.191 kasus ISPA sepanjang tahun 2024, naik dari 262.160 kasus pada tahun 2023.

Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar 16 persen.

Untuk itu, ISPA di Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2024, puncak kasus terjadi pada bulan Juni dengan total 38.441 kasus, sementara bulan Desember menjadi periode terendah dengan 20.226 kasus. 

Baca juga: Dinas Kesehatan Sulteng Imbau Masyarakat Jaga Pola Hidup Sehat, Cegah ISPA

Kabupaten Morowali menjadi wilayah dengan angka kasus tertinggi, mencapai 57.190 kasus, sedangkan Banggai Laut mencatat angka terendah dengan 3.265 kasus.

Sebaliknya, pada tahun 2023, puncak kasus juga terjadi di bulan Juni dengan 31.859 kasus, dan Desember memiliki angka terendah, yaitu 18.720 kasus. 

Kabupaten Morowali kembali menjadi penyumbang angka kasus tertinggi dengan 50.482 kasus, sementara Banggai Laut hanya mencatat 2.862 kasus.

Kota Palu pun tidak lepas dari peningkatan kasus. Pada tahun 2023, Ibu Kota Provinsi Sulteng ini mencatat 38.039 kasus ISPA, yang kemudian meningkat menjadi 45.993 kasus di tahun 2024.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sulawesi Tengah Alami Lonjakan Kasus ISPA, Capai 305.191 Kasus pada 2024

Peningkatan kasus ISPA pada pertengahan tahun 2024, khususnya Mei hingga Juli, diduga kuat berkaitan dengan musim kemarau dan penurunan kualitas udara.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (Kabid P2) Dinas Kesehatan Sulteng, dr. Jumriani, faktor cuaca turut memengaruhi lonjakan kasus ISPA.

"Kalau ada ISPA atau flu burung yang berat hingga menyebabkan masuk rumah sakit, itu harus waspada," ujar dr. Jumriani saat ditemui TribunPalu, Senin (13/1/2025). 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved