Kamis, 11 Juni 2026

Meme Kripto TRUMP Guncang Pasar dengan Kapitalisasi Lebih dari 13 Miliar Dolar AS

Sebagai akibat dari lonjakan tersebut, volume perdagangan aset ini mencapai 24 miliar dolar AS, dengan kapitalisasi pasar kripto.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Regina Goldie
HANDOVER
Donald Trump. 

TRIBUNPALU.COM - Nilai kapitalisasi pasar meme kripto $TRUMP mengalami lonjakan hingga sekitar 13,85 miliar dolar AS menjelang pelantikan Donald Trump sebagai presiden ke-47 Amerika Serikat, yang berlangsung pada Senin (20/1/2025) pukul 12.00 siang waktu setempat, atau pukul 00.00 WIB hari Selasa waktu Indonesia.

Valuasi ini meningkat tajam setelah harga token $TRUMP melonjak lebih dari tiga kali lipat, dari sekitar 20 dolar AS per token menjadi lebih dari 70 dolar AS, sejak diluncurkannya pada Minggu (19/1/2025).

Sebagai akibat dari lonjakan tersebut, volume perdagangan aset ini mencapai 24 miliar dolar AS, dengan kapitalisasi pasar kripto melebihi 14 miliar dolar AS.

Baca juga: Sekkab Banggai Kepulauan Tegaskan Pentingnya Informasi Pengendalian Inflasi

Namun, setelah sang istri meluncurkan memecoin miliknya yang bernama MELANIA, meme koin Trump dilaporkan mengalami penurunan sekitar 40 persen, karena para pedagang berlomba-lomba membeli koin baru tersebut.

Meski demikian evaluasi token $TRUMP telah merosot, namun meme koin satu ini menempati peringkat kelima sebagai aset kripto yang paling banyak diperdagangkan selama 24 jam terakhir, sebagaimana dikutip dari Business Times.

Adapun lonjakan token digital  yang diperkenalkan oleh presiden terpilih AS Donald Trump mengguncang pasar mata uang kripto, setelah Trump menggembar-gemborkan koin barunya itu.

Dalam postingan di X, Trump menyebut bahwa token $TRUMP adalah “meme resmi terbaru” yang dirilis untuk merayakan kemenangannya sebagai Presiden.

Baca juga: Jadwal dan Tahapan Pelunasan Biaya Haji 2025, Jangan Sampai Terlewat

Koin meme tersebut  diluncurkan bersama rangkaian merchandise lainnya seperti parfum, cologne, jam tangan, dan koin perak "Presiden Donald J. Trump Edisi Pertama" yang masing-masing dijual seharga 100 dolar AS untuk merayakan kemenangan pemilunya.

Namun, banyak pihak khawatir tentang spekulasi berlebihan dalam aset crypto yang dapat menciptakan gelembung ekonomi.  

Termasuk diantaranya Larisa Yarovaya, profesor keuangan dari Southampton Business School yang memperingatkan risiko perlindungan konsumen jika SEC tidak tegas menyoroti ancaman terhadap desentralisasi crypto akibat intervensi politik yang kuat.

Ia menuding token baru Donald Trump yang mengguncang pasar crypto menjalankan skema “pump and dump.”

Baca juga: Bupati Banggai Hadiri Rapat Pemegang Saham PT Bank Sulteng

Pasar Kripto Merah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved