Jumat, 17 April 2026

Bukan Hal Baru, Jepang dan China Sudah Terapkan Program Tidur Siang Selama 8 Tahun

Program Tidur Siang di sekolah ternyata bukan hal baru di negara luar, dua negara China dan Jepang bahkan telah menerapkan program sejak delapan tahu

|
Penulis: Lisna Ali | Editor: Lisna Ali
Handover
Viral di Media Sosial siswa SMPN 39 ramai mengikuti Program Tidur Siang. 

Memperkenalkan fasilitas yang memungkinkan murid berbaring saat tidur siang kini menjadi praktik umum di sekolah dasar dan menengah di China.

Sama seperti Sekolah Dasar Beitanghe, sekolah-sekolah di Distrik Beilun di Ningbo, Provinsi Zhejiang, juga telah dilengkapi dengan set meja-kursi itu.

Menurut Li Haida, kepala Departemen Pendidikan Distrik Beilun, lebih dari 10.000 set meja-kursi telah ditempatkan di sekolah-sekolah di distriknya.

Memastikan para murid dapat menikmati waktu tidur siang dan beristirahat dengan nyaman adalah salah satu tujuan dari upaya China untuk meringankan beban para pelajar ini.

Di Provinsi Guangdong, China selatan, Sekolah Menengah No.5 Guangzhou telah menjajaki cara agar para murid dapat beristirahat siang dengan nyaman sejak lebih dari satu dekade lalu. Kini, ketika jam tidur siang tiba, para murid langsung mengatur meja dan mengeluarkan tikar tidur dengan tertib. Dalam waktu kurang dari 10 menit, mereka pun siap tidur siang.

Qiu Zhijian, kepala sekolah di Sekolah Menengah No.5 Guangzhou menerangkan, membiasakan murid mempersiapkan sendiri kegiatan tidur siang mereka dapat membantu menumbuhkan kesadaran akan manajemen diri.

Baca juga: Jadwal Resmi Libur Sekolah Puasa Ramadan dan Lebaran 2025

Di sekolah Jepang disebut Hirune

Tak hanya di China, Jepang juga punya program serupa. Program tidur siang di Jepang ada di sekolah dan tempat kerja. Program tidur siang di sekolah disebut hirune atau Kakogawa Siesta, sedangkan di tempat kerja disebut inemuri.

Kebijakan jam tidur siang di sekolah telah menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan produktivitas pelajar.

Hirune ini memiliki dampak positif terhadap perkembangan siswa dan budaya belajar Jepang secara keseluruhan.

Beberapa sekolah bahkan mengizinkan siswa membawa selimut atau bantal pribadi untuk meningkatkan kenyamanan tidur.

Selain manfaat fisik, jam tidur siang juga mencerminkan budaya belajar Jepang yang vektor prestasi dan disiplin.

Dikutip dari Japan Today, Program Tidur Siang di Jepang ini sudah mulai diterapkan sejak 2016 silam.

SMP Kakogawa, yang terletak di Kakogawa, Hyogo, mulai menerapkan jam tidur siang selama 10 menit untuk siswa-siswi mereka. 

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan tingkat konsentrasi para murid, sekaligus menghemat listrik. Ide ini pertama kali diusulkan oleh OSIS SMP Kakogawa.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved