Rabu, 8 April 2026

Bukan Hal Baru, Jepang dan China Sudah Terapkan Program Tidur Siang Selama 8 Tahun

Program Tidur Siang di sekolah ternyata bukan hal baru di negara luar, dua negara China dan Jepang bahkan telah menerapkan program sejak delapan tahu

|
Penulis: Lisna Ali | Editor: Lisna Ali
Handover
Viral di Media Sosial siswa SMPN 39 ramai mengikuti Program Tidur Siang. 

TRIBUNPALU.COM - Program Tidur Siang di sekolah ternyata bukan hal baru di negara luar.

Dua negara China dan Jepang bahkan telah menerapkan program sejak delapan tahun terakhir.

Bahkan, Program Tidur Siang di Jepang ada di sekolah dan tempat kerja. 

Program Tidur Siang di sekolah disebut Hirune atau Kakogawa Siesta, sedangkan di tempat kerja disebut Inemuri. 

Kebijakan jam tidur siang di sekolah telah menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan produktivitas pelajar.

Hirune ini memiliki dampak positif terhadap perkembangan siswa dan budaya belajar Jepang secara keseluruhan.

Dikutip dari Antara, seperti yang dilakukan Sekolah Dasar Beitanghe di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur.

Menjelang awal semester musim gugur 2024, pihak sekolah mengubah meja dan kursi yang biasa mereka gunakan telah diganti dengan set meja-kursi serbaguna yang dapat dijadikan tempat tidur darurat hanya dengan menarik beberapa tuas.

Selama liburan musim panas, set meja-kursi itu ditempatkan di seluruh 16 ruang kelas untuk dua jenjang kelas di sekolah tersebut.

wakil kepala sekolah Beitanghe Xu Jiaoxiang, mengatakan bahwa sejak sekolah itu dibuka pada 2023, banyak orangtua menanyakan apakah anak-anak dapat berbaring pada jam tidur siang.

Hal ini menjadi kekhawatiran bersama para orang tua yang menginginkan anak-anak mereka dapat beristirahat dengan efektif di luar jam mata pelajaran.

China Terapkan Tidur Siang Selama 30 menit

Sekolah Beitanghe juga telah menyusun jadwal yang memungkinkan jam tidur siang. Mulai pukul 12.00 hingga 12.55, semua murid dapat menikmati tidur siang setidaknya 30 menit.

"Dengan dukungan kebijakan-kebijakan ini, para murid dapat memulihkan energi dengan lebih baik pada siang hari dan siap melakukan kegiatan sekolah pada sore hari," kata Xu.

Baca juga: Mayor Teddy Disebut Jadi Penengah Damai Menteri Santryo Soemantri dan Neni Herlina

Di Distrik Binjiang, tempat sekolah itu berada, otoritas pendidikan daerah sangat memperhatikan kebutuhan murid untuk beristirahat. Guna memenuhi kebutuhan ini dengan lebih baik, sebanyak 13 sekolah dipilih untuk menjadi lokasi uji coba penggunaan set meja-kursi lipat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved