Minggu, 19 April 2026

Kasus Penembakan WNI Disebut Bukan yang Pertama, Sudah 75 Pekerja Ditembak Mati

Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo mengungkap kasus penembakan terhadap lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia pada Jumat (24/1/20

Editor: Lisna Ali
TribunManado/Istimewa
Ilustrasi kontak tembak 

TRIBUNPALU.COM - Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo mengungkap kasus penembakan terhadap lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia pada Jumat (24/1/2025) bukan yang pertama.

Wahyu Susilo mengatakan sejumlah kasus serupa juga terjadi sebelumnya. 

Dilansir dari Kompas.com sejak tahun 2005 hingga 2025, sedikitnya 75 PMI telah menjadi korban penembakan hingga tewas oleh aparat bersenjata Malaysia, termasuk Polisi Diraja Malaysia.

"Kasus ini bukan yang pertama. Selama 20 tahun terakhir, sudah ada 75 pekerja migran kita yang ditembak mati," ungkap Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo, kepada Kompas.com pada Senin (27/1/2025).

Wahyu menilai, insiden ini menunjukkan adanya impunitas dan kurangnya upaya dari pemerintah untuk memberikan perlindungan maksimal bagi pekerja migran.

Terkait peristiwa berdarah tersebut, Wahyu menegaskan bahwa tindakan penembakan itu tergolong sebagai extrajudicial killing atau pembunuhan di luar proses hukum.

Baca juga: DPR RI Tuntut Pertanggungjawaban Aparat Malaysia, Buntut Kasus Penambakan Lima WNI

“Dalam perspektif HAM, insiden ini masuk kategori extrajudicial killing. Pemerintah Indonesia wajib melakukan protes keras terhadap pemerintah Malaysia atas tindakan ini,” tegas dia.

Kemenlu Desak Aparat Malaysia untuk Investigasi 

Menteri Luar Negeri Sugiono mendorong investigasi menyeluruh atas peristiwa pemberondongan peluru panas yang dilakukan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) atau pengawal perairan Negeri Jiran.

Kejadian ini menewaskan satu orang dan melukai empat warga negara Indonesia (WNI).

Desakan investigasi karena diduga petugas patroli laut Malaysia melakukan penggunaan kekuatan berlebihan 

"Mendorong investigasi menyeluruh terhadap insiden  penembakan yang dilakukan oleh APMM, termasuk dugaan adanya excessive use of force," kata Sugiono dalam keterangannya, Senin (27/1/2025).

Menlu RI turut menyesalkan kejadian ini, dan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban meninggal dan korban luka-luka.

"Menyesalkan jatuhnya korban jiwa WNI dalam insiden penembakan yang dilakukan APMM," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved