Selasa, 2 Juni 2026

Ekspor Durian Sulteng

Sulteng Dominasi Ekspor Durian Nasional, 151 Kontainer Tembus Pasar Tiongkok

Capaian tersebut menempatkan Sulawesi Tengah sebagai daerah dengan kontribusi ekspor durian terbesar di Indonesia saat ini.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu/Zulfadli/Zulfadli
RUMAH PRODUKSI DURIAN - Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manor Panggabean saat meninjau rumah produksi di Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Rabu (15/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sulawesi Tengah tercatat mengekspor 151 kontainer durian langsung ke Tiongkok sejak Januari hingga pertengahan April 2026, dengan nilai mencapai sekitar Rp377,5 miliar, menjadikannya provinsi dengan kontribusi ekspor durian terbesar di Indonesia.
  • Akses ekspor langsung memangkas waktu pengiriman dari 40–50 hari menjadi 15–20 hari, meningkatkan harga yang diterima petani hingga 20–30 persen.
  • Varietas montong mendominasi pasar Tiongkok, namun Indonesia memiliki lebih dari 100 varietas durian.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Sulawesi Tengah tercatat mendominasi ekspor durian nasional dengan capaian 151 kontainer yang dikirim langsung ke pasar Tiongkok sepanjang Januari hingga pertengahan April 2026.

Capaian tersebut menempatkan Sulawesi Tengah sebagai daerah dengan kontribusi ekspor durian terbesar di Indonesia saat ini.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manor Panggabean, mengatakan pengiriman langsung dari Palu ke Tiongkok menjadi tonggak penting dalam penguatan ekspor komoditas hortikultura nasional.

Baca juga: RDP Bahas STPN, Kanwil BPN Sulteng Perkuat SDM Pertanahan Melalui Pendidikan Kedinasan

“Per , ekspor langsung ke Cina dari sini tercatat sebanyak 151 kontainer. Dari provinsi lain juga ada, tapi tidak banyak. Dari Sulawesi Tengah ini yang paling besar,” ujar Sahat saat meninjau rumah produksi di Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, nilai ekspor tersebut mencapai sekitar Rp377,5 miliar, belum termasuk rencana pengiriman tambahan sekitar 17 kontainer dengan nilai hampir Rp50 miliar.

Menurut Sahat, keberhasilan ini tidak lepas dari terbukanya akses ekspor langsung ke Tiongkok tanpa melalui negara perantara seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

Dengan skema distribusi baru tersebut, waktu pengiriman dapat dipangkas dari sebelumnya 40 hingga 50 hari menjadi hanya sekitar 15 sampai 20 hari.

“Sekarang sudah direct. Jadi lebih cepat, dan harga yang diterima petani bisa naik 20 sampai 30 persen,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan harga tersebut diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan petani, terutama jika sistem pembayaran dilakukan secara tunai oleh pelaku usaha.

Baca juga: Optimalkan Operasional dan Biaya, Kinerja Astra Agro Solid di 2025

“Uang ratusan miliar ini harus berputar di masyarakat. Pelaku usaha diharapkan langsung bayar ke petani, jangan ditunda,” tegasnya.

Selain memperkuat posisi ekspor, dominasi Sulawesi Tengah juga didukung oleh tingginya permintaan pasar Tiongkok terhadap durian, khususnya varietas montong yang memiliki daging tebal dan biji kecil.

Di sisi lain, Perwakilan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin), Aditya, menilai peluang pasar masih sangat terbuka lebar.

Ia menyebut konsumsi durian di Tiongkok sangat tinggi, sementara Indonesia memiliki potensi besar sebagai salah satu produsen durian terbesar di Asia.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa saat ini pasar Tiongkok masih terbatas pada varietas montong, sehingga diperlukan upaya bersama untuk mendorong varietas lokal lainnya agar bisa menembus pasar ekspor.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved