Senin, 11 Mei 2026

Palu Hari Ini

Peter Youngren Sebut Festival Persahabatan di Palu Tetap Berjalan

Pendeta asal Kanada, Peter Youngren, menegaskan bahwa Festival Persahabatan yang akan digelar di Kota Palu tetap berlangsung sesuai jadwal meskipun me

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Haqir Muhakir
TribunPalu.com/Zulfadli
BERI PENEGASAN: Pernyataan Pendeta asal Kanada, Peter Youngren, dalam Konferensi Pers, Rabu (29/1/2025). Pendeta asal Kanada, Peter Youngren, menegaskan bahwa Festival Persahabatan yang akan digelar di Kota Palu tetap berlangsung sesuai jadwal meskipun mendapat penolakan dari beberapa organisasi masyarakat. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pendeta asal Kanada, Peter Youngren, menegaskan bahwa Festival Persahabatan yang akan digelar di Kota Palu tetap berlangsung sesuai jadwal meskipun mendapat penolakan dari beberapa organisasi masyarakat (ormas). 

Festival ini dijadwalkan berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di Gelora Bumi Kaktus, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikolore, Kota Palu.

Hal tersebut disampaikan Youngren dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Aston Palu, Jl Wolter Monginsidi, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (29/1/2025).

Dalam pernyataannya, Youngren mengatakan bahwa dirinya memahami adanya protes terhadap kehadirannya di Kota Palu. 

Baca juga: Polda Sulteng Amankan Festival Persahabatan di Kota Palu

Namun, ia menilai bahwa pihak-pihak yang menolak tetap memiliki niat baik dan keyakinan yang kuat.

"Saya yakin mereka memiliki pemahaman tersendiri tentang saya. Namun, jika mereka diberi kesempatan untuk berbicara langsung dengan saya, saya yakin mereka akan melihat saya dari sudut pandang yang berbeda," ujarnya Peter didampingi penerjemah. 

Youngren menegaskan bahwa pendekatannya dalam setiap kegiatan selalu mengedepankan persahabatan dan saling menghormati, tanpa menghilangkan perbedaan keyakinan.

"Kita tidak perlu berpura-pura bahwa semua agama itu sama. Kita memang memiliki perbedaan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menghargai satu sama lain," katanya.

Ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menganggap satu agama lebih baik dari agama lainnya. 

Prinsip ini, menurutnya, dipegang teguh dalam berbagai kegiatan yang ia selenggarakan di berbagai negara, seperti Pakistan, India, dan beberapa negara di Afrika. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved