Jumat, 8 Mei 2026

Palu Hari Ini

Polda Sulteng Amankan Festival Persahabatan di Kota Palu

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan kesiapan untuk mengamankan kegiatan Festival Persahabatan di Kota Palu, 30 Januari samp

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Haqir Muhakir
TribunPalu.com/Zulfadli
PENGAMANAN FESTIVAL: Kabagdal Ops Polda Sulteng AKBP Rahmad Lubis dalam sambutannya di jamuan makan malam Festival Persahabatan, Rabu (29/1/2025) malam. Polda Sulteng menyatakan kesiapan untuk mengamankan kegiatan Festival Persahabatan di Kota Palu, 30 Januari sampai 2 Februari 2025. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan kesiapan untuk mengamankan kegiatan Festival Persahabatan di Kota Palu, 30 Januari sampai 2 Februari 2025.

Hal itu diungkapkan oleh Kabagdal Ops Polda Sulteng AKBP Rahmad Lubis dalam sambutannya di jamuan makan malam Festival Persahabatan yang dihadiri oleh Pendiri World Impact Ministries (WIM) Peter Youngren dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulteng. 

Kegiatan itu berlangsung Hotel Aston, Jl Wolter Monginsidi, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Rabu (29/1/2025). 

“Kami dari kepolisian telah mempersiapkan personel, baik dari Polda Sulawesi Tengah dan Polresta Palu untuk mengamankan kegiatan tersebut,” ujar AKBP Rahmad Lubis. 

Baca juga: Gabungan Ormas se Sulteng Unjuk Rasa di Depan Hotel Aston Palu, Sampaikan Aspirasi Ini

Mewakil Kapolda Sulteng, Rahmad mengapresiasi kegiatan tersebut, dan diharapkan  memberikan dampak positif bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya umat yang beragama Nasrani.

Festival Persahabatan yang direncanakan digelar di Gelanggang Olahraga Gelora Bumi Kaktus (GBK) Andi Raga Petalolo, Kota Palu, mendapatkan penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat.

Penolakan itu berasal dari aliasi umat Islam Sulteng dan Forum Umat Islam (FUI) Sulteng. 

Kelompok itu telah melaksanakan tiga kali unjuk rasa penolakan. Hingga Rabu (29/1) petang, kelompok itu, telah menyegel GBK Andi Raga Petalolo, sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Peter dianggap sebagai tokoh intoleran dunia, bahkan telah mengeluarkan buku dengan judul meraih kemenangan di daerah musuh. 

Sementara Jacob, telah mengeluarkan pernyataan video yang menyebut adanya kelompok radikal kecil, yang menolak kegiatan festival di Palu.

“Ketua MUI Sulteng dan beberapa tokoh Alkhairaat, menolak kegiatan ini. Mereka meminta untuk membatalkan kegiatan, demi keaman Sulteng,” kata Perwakilan FUI Sulteng Hartono Yasin.

Dia menjelaskan kedatangan masa aksi bukan menolak agama, tetapi menolak sosok yang dianggap sebagai dalang, yang dapat merusak toleransi dan persaudaraan.

“Jangan sampai dua sosok itu, merusak persaudaraan yang sudah dibangun dengan baik selama ini,” katanya menegaskan. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved