Jumat, 8 Mei 2026

Pemangkasan Anggaran BGN Sebesar Rp200 Miliar, Program Makan Bergizi Gratis Tidak Terdampak

Pemangkasan anggaran tersebut mencapai Rp200,2 miliar dari total anggaran BGN yang berjumlah Rp71 triliun.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Tribunnews.com/Fersianus Waku
EFISIENSI ANGGARAN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, seusai rapat dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/1/2025). Anggaran BGN juga terkena efisiensi, adapun pemangkasan anggaran sebesar Rp200,2 miliar dari total anggaran BGN Rp71 triliun. Dadan memastikan adanya pemangkasan anggaran ini tak berdampak pada program Makan Bergizi Gratis atau MBG. 

TRIBUNPALU.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa anggarannya juga mengalami penghematan.

Pemangkasan anggaran tersebut mencapai Rp200,2 miliar dari total anggaran BGN yang berjumlah Rp71 triliun.

"Besarannya kurang lebih 0,2845 persen, jadi berkurang Rp 200 miliar," kata Kepala BGN Dadan Hindayana kepada wartawan, Kamis (13/2/2025).

Dadan menegaskan bahwa pemangkasan anggaran ini tidak akan mempengaruhi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: BPD HIPMI Sulteng Gelar Diklatda ke VII di Palu

"Kalau seluruh kementerian kan anggaran pegawai enggak ada yang kena pangkas, program MBG juga tidak kena," katanya.

Dadan mengatakan, anggaran BGN yang terdampak pemangkasan hanya pengadaan lahan. 

Anggaran pengadaan lahan bisa dipangkas karena permintaan Presiden Prabowo Subianto untuk menggunakan sistem pinjam pakai.

"Bisa menggunakan lahan-lahan pemda, lahan instansi lain, kementerian lain, BUMN dan lain-lain bisa pinjam pakai," pungkasnya.

Baca juga: Warga Buang Sampah Sembarangan di Jalan Guru Tua Sigi Meski Ada Larangan

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo secara resmi mengeluarkan Inpres 1/2025 yang meminta anggaran pemerintah pada APBN dan APBD TA 2025 dipangkas sebesar Rp306,69 triliun.

Rinciannya, anggaran K/L diminta untuk efisiensisebesar Rp256,1 triliun dan transfer ke daerah (TKD) Rp50,59 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, Presiden Prabowo Subianto menginisiasikan arahan efisiensi anggaran agar kas negara dapat digunakan untuk program yang lebih berdampak langsung terhadap masyarakat.

Di antaranya, program Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada pangan dan energi, hingga perbaikan sektor kesehatan. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved