Sabtu, 2 Mei 2026

Palu Hari Ini

Tinjau Peternakan di Pengawu Pemkot Palu Andalkan Peternak Lokal untuk Program MBG

Kunjungan tersebut dilakukan di kawasan peternakan milik Kelompok Koperasi Saudara Unggas Mandiri, yang selama ini menjadi salah satu pemasok telur.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Zulfadli
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, saat meninjau sentra peternakan ayam petelur di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Sabtu (2/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Palu memanfaatkan peternak lokal untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin meninjau sentra peternakan ayam petelur di Kelurahan Pengawu, yang mampu menyuplai telur untuk puluhan dapur SPPG.
  • Sekaligus melakukan pemetaan tata ruang untuk menghindari tumpang tindih lahan. Kawasan seluas 40 hektare ini dikelola 48 kepala keluarga, dengan produksi telur surplus dan potensi budidaya hortikultura.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mengandalkan peternak lokal untuk mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, saat meninjau sentra peternakan ayam petelur di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Sabtu (2/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan di kawasan peternakan milik Kelompok Koperasi Saudara Unggas Mandiri, yang selama ini menjadi salah satu pemasok telur lokal di Kota Palu.

Dalam peninjauan itu, Imelda didampingi Dinas Pertanian serta Dinas Tata Ruang Kota Palu

Selain melihat langsung kondisi peternakan, Pemkot juga mulai memetakan kawasan untuk memastikan pemanfaatan lahan antara peternakan, pertanian, dan permukiman tertata dengan baik.

Imelda mengatakan, kejelasan tata ruang menjadi penting untuk menghindari potensi konflik pemanfaatan lahan di masa mendatang.

“Perlu ada kejelasan batas antara lahan peternakan, pertanian, dan permukiman agar tidak terjadi tumpang tindih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kawasan peternakan tersebut memiliki luas sekitar 40 hektare dan dikelola oleh 48 kepala keluarga dengan populasi mencapai 200 ribu ekor ayam petelur.

Dari kawasan itu, peternak mampu menyuplai kebutuhan telur untuk puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program MBG di Kota Palu.

Baca juga: Kapolres Morowali Utara Kawal Aspirasi Buruh hingga Bagikan Makanan Gratis pada Aksi May Day

Selain peternakan, kawasan tersebut juga dimanfaatkan untuk budidaya hortikultura seperti tomat, cabai, dan sayuran. 

Para peternak bahkan merencanakan pengembangan usaha dengan menanam mangga, alpukat, hingga kelapa genjah.

Menurut Imelda, produksi telur di Kota Palu saat ini masih dalam kondisi surplus, sehingga kebutuhan program MBG dapat dipenuhi dari produksi lokal tanpa bergantung dari luar daerah.

“Alhamdulillah, kebutuhan telur untuk SPPG yang sudah berjalan di Kota Palu dapat dipenuhi dari produksi lokal,” katanya.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved