Selasa, 19 Mei 2026

Palu Hari Ini

Masyarakat Adat Gelar Upacara Pompaura di Kelurahan Poboya Palu

Masayarakat Ada Poboya menggelar Upacara Pompaura di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Senin (24/2/2025).

Tayang:
Penulis: Citizen Reporter | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Masyarakat Adat Poboya menggelar Upacara Pompaura di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Senin (24/2/2025). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Masyarakat Adat Poboya menggelar Upacara Pompaura di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Senin (24/2/2025).

Pompaura merupakan budaya sekelompok masyarakat Suku Kaili (pelaku adat) yang ada di Kota Palu dan sekitarnya.

Upacara ini dilaksanakan dalam rangka upacara Tolak Bala, mengandung arti menolak bahaya, malapetaka dan bencana yang akan terjadi, sedang terjadi dan telah terjadi untuk tidak terulang kembali. 

Upacara adat ini dimulai Senin (24/2/20205) sore dan berlangsung sampai Selasa (25/2/2025).

Upacara Pompuara ini digelar di kawasan pertambangan emas dan mendapat dukungan dari PT CPM.

Baca juga: Honda Bikers Motour Camp 2025: Ajang Silaturahmi dan Penguatan Komunitas Honda di Palu

Upacara adat dimulai sejak Senin sore di sebuah rumah salah satu lorong di Jl Pue Salangga, Poboya.

Prosesi ini dipimpin Tolanggara (Sesepuh Adat) Poboya, terdiri dari Abidin Ripa selaku Ketua Adat Poboya, Nosi Yalihana selaku Pilah Adat serta beberapa sesepuh perempuan adat Poboya.

Setelah berdoa dan menyiapkan syarat-syarat adat, para sesepuh itu melanjutkan dengan prosesi Pofembah, yakni penyiraman air oleh sesepuh adat pada warga.

Hal ini diyakini melambangkan permulaan sebelum pelaksanaan inti Pompaura.

Pilah Adat, Nosi Yalihanah menegaskan, ritual yang dilaksanakan masyarakat adat itu tidak berkaitan dengan aktivitas pertambangan yang dikelola oleh PT CPM.

“Ini adalah murni ritual adat. Lokasi pelaksanaan Pompaura merupakan tempat yang sakral bagi masyarakat adat Poboya,” jelasnya.

Setelah proses penyiraman, ritual dilanjutkan ke tempat kedua, lokasi berjarak beberapa kilometer ke arah timur dari lokasi ritual pertama.

Di sana, masyarakat adat menanam pohon, terdapat juga satu pohon adat yang dihiasi dengan beberapa ketupat sebagai simbol kehidupan, Topembagu Padi (sesajen beras), serta baki berisi wangi panda, kolontigi, bunga putih, dan kondorano.

Ritual ditutup dengan sejumlah pemangku adat duduk bersama dis amping pohon dan melantunkan nyanyian.

Ketua Adat Poboya, Abidin Ripa, menjelaskan, upacara adat Pompaura adalah tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Kaili.

Baca juga: Dialog Bersama Tadulakota, Muhlis U Aca Pastikan Dukungan DPRD Palu di Bidang Seni dan Budaya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved