Sabtu, 30 Mei 2026

Produksinya Dikabarkan Menurun, PT GNI Morowali Utara Pastikan Operasional Tetap Optimal

Perusahaan sedang mengalami perubahan manajemen operasional yang diharapkan dapat memperkuat struktur dalam menghadapi tantangan industri ke depan. 

Tayang:
Editor: mahyuddin
Dok. PT GNI
LOGO PT GNI - Perusahaan smelter asal China PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, dikabarkan menunda pembayaran kepada pemasok energi lokal dan kesulitan memperoleh bijih nikel. PT GNI menghadapi penurunan produksi signifikan dan berpotensi menghentikan operasionalnya. 

TRIBUNPALU.COM - Perusahaan smelter asal China PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, dikabarkan menunda pembayaran kepada pemasok energi lokal dan kesulitan memperoleh bijih nikel.

PT GNI menghadapi penurunan produksi signifikan dan berpotensi menghentikan operasionalnya.

Itu terjadi beberapa bulan setelah perusahaan induknya di Tiongkok, Jiangsu Delong Nickel Industry Co, mengalami persoalan finansial.

Jiangsu Delong Nickel Industry Co pada tahun 2024 dikabarkan dalam masa yang sulit.

Perusahaan tersebut menghadapi kasus di pengadilan China terkait restrukturisasi utangnya yang besar.

Sementara di dalam negeri, sejumlah bank-bank besar tanah air serta andil dalam menyalurkan indikasi kredit ke PT GNI dalam jumlah yang lumayan besar pada tahun 2023.

Terdapat dua bentuk deal league credit pada periode yang sama, yang pertama sebesar US$ 432,33 juta, dan deal kedua sebesar US$ 429,99 juta.

Baca juga: Ikan Bandeng dan Ekonomi Lokal: Peran Strategis PT GNI dalam Pemberdayaan UMKM di Morowali Utara

Namun belum tahu pasti apakah utang tersebut telah lunas terbayar atau masih ada sisa kredit macet.

Menanggapi isu ini, PT GNI menepis isu bangkrut melalui pernyataan resminya, Selasa (25/2/2025).

Menurutnya, perusahaan sedang mengalami perubahan manajemen operasional yang diharapkan dapat memperkuat struktur dalam menghadapi tantangan industri ke depan. 

Perusahaan juga menegaskan bahwa operasional tetap berjalan seperti biasa dan seoptimal mungkin, meskipun terdapat isu di media mengenai risiko penutupan perusahaan terkait permasalahan yang menimpa perusahaan induk di Tiongkok. 

PT GNI memastikan bahwa setiap keputusan diambil dengan pertimbangan matang dan tujuan jangka panjang untuk kepentingan bersama.

Perusahaan juga memahami bahwa proses transisi ini mungkin menimbulkan ketidaknyamanan bagi beberapa pihak dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved