Sabtu, 11 April 2026

Hari Terakhir Buruh Bekerja di PT Sritex, Suasana Haru Penuhi Pabrik

Mereka masih hadir di perusahaan yang terletak di Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk mengikuti acara perpisahan antar karyawan.

Editor: Regina Goldie
Tribun Solo/Anang Maruf Bagus Yuniar
TERIMA NASIB - Ribuan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Sukoharjo, mulai membawa perlengkapan pribadi mereka dari tempat kerja setelah penyebaran formulir pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Rabu (26/2/2025) kemarin. Jumat (28/2/2025) ini adalah hari terakhir bagi buruh bekerja di PT Sri Rejeki Isman (Sritex). Mereka tetap datang ke perusahaan yang berada di Sukoharjo, Jawa Tengah. (TribunSolo.com/ Anang Ma'ruf) 

TRIBUNPALU.COM - Pada Jumat (28/2/2025), hari ini menjadi hari terakhir para buruh bekerja di PT Sri Rejeki Isman ( Sritex ).

Mereka masih hadir di perusahaan yang terletak di Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk mengikuti acara perpisahan antar karyawan.

Dari pemantauan, suasana haru tampak di tengah kerumunan pekerja.

Mereka meninggalkan gerbang utama pabrik tekstil terbesar di Indonesia, sambil secara bersamaan meneriakkan kata “lulus”.

Beberapa di antara mereka terlihat menangis dan saling berpelukan, sementara sebagian lainnya melepas seragam kerja mereka.

Mereka kemudian menandatangani dan menulis nama di seragam kerja sebagai kenang-kenangan atas masa kerja mereka di perusahaan tersebut.

“Hari ini cuma acara perpisahan. Sudah tidak ada yang bekerja hari ini,” kata Wagiyem, salah seorang karyawan Sritex Weaving IV Operator, seperti dilansir dari Kontan pada Jumat (28/2/2025).

Baca juga: 5 Jajanan Pasar Rendah Kalori untuk Berbuka Puasa Sehat

Wagiyem mengaku sudah bekerja selama 28 tahun di perusahaan tersebut.

Pasca terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), kata dia, pihak perusahaan telah berjanji akan memenuhi seluruh hak karyawan.

Jaminan Hari Tua (JHT) dijadwalkan cair pada Maret 2025, sementara pesangon menunggu aset perusahaan terjual.

"Alhamdulillah hak-hak dikasihkan tetapi masih menunggu. Diusahakan JHT cair bulan Maret 2025 ini. Kalau pesangonnya masih nanti. Hak-hak karyawan semua dibagikan," ujarnya.

Sementara itu, seorang karyawan di bagian garmen bernama Warti, merasa sedih meratapi nasibnya.

Dia mengaku ingin menangis.

“Di sini sudah 25 tahun.Hati saya sakit, rasanya ingin menangis. Keluarga juga ikut menangis karena sudah lama di PT Sritex ini," kata Warti seperti dilansir dari TribunSolo.com, Kamis (26/2/2025).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved