BPS Catat Deflasi Februari 2025 di 22 Provinsi, Terdalam di Papua Barat 1,98 persen

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pencatatan deflasi sebesar 0,09 persen selama bulan Februari 2025.

Editor: Lisna Ali
dok.Kompas.com/Rully
DEFLASI LAGI - Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. BPS mencatat terjadi deflasi sebesar 0,09 persen di bulan Februari 2025 dan terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,58 pada Februari 2024 menjadi 105,48 pada Februari 2025. 

TRIBUNPALU.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pencatatan deflasi sebesar 0,09 persen selama bulan Februari 2025.

Deflasi yang naik juga mengikut terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,58 pada Februari 2024 menjadi 105,48 pada Februari 2025.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, deflasi dipicu oleh kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami deflasi sebesar 12,08 persen secara tahunan.

Kelompok tersebut memberikan andil deflasi sebesar 1,92 persen dengan komoditas andil deflasi tahun ini oleh tarif listrik sebesar 2,61 persen.

"Komoditas dengan andil deflasi terbesar pada kelompok ini adalah tarif listrik dengan andil deflasi sebesar 2,16 persen," kata Amalia dalam Rilis BPS, Senin (3/3/2025).

Baca juga: Kemendag Pastikan Pasokan Minyakita Cukup Saat Ramadan dan Lebaran 2025

Amalia menyebut, komoditas lain di luar kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang juga memberikan andil deflasi cukup dalam adalah beras, tomat, dan cabai merah dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,11 persen.

Adapun berdasarkan wilayah, deflasi secara tahunan terjadi pada 22 provinsi.

Deflasi terdalam terjadi di Papua Barat yaitu 1,98 persen.

Posisi kedua Bengkulu sebesar 1,26 persen dan ketiga Sulawesi Selatan sebesar 1,09 persen.

"Sebaran inflasi tahunan menurut wilayah secara tahunan, 22 provinsi mengalami deflasi sementara 16 lainnya mengalami inflasi. Deflasi terdalam terjadi di Papua Barat yaitu 1,98 persen," jelas Amalia.

Sebelumnya, pada Februari 2025 Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,48 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,99 pada Januari 2025 menjadi 105,48 pada Februari 2025.

Baca juga: BPS: Ekonomi Indonesia Inflasi 0,08 Persen pada Oktober, Akhiri Masa Deflasi Sejak Mei 2024

Tingkat deflasi bulanan atau month to month pada Februari turun 0,76 persen dibandingkan Januari 2025. Kelompok penyumbang deflasi pada Februari yaitu diskon tarif listrik.

"Kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan deflasi sebesar 3,59 persen dan memberikan andil deflasi 0,52 persen," kata Amalia.

Rincian 22 provinsi di Indonesia yang mengalami deflasi di Februari 2025:

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved