Selasa, 7 April 2026

Donggala Hari Ini

Jelang Idulfitri 2025, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Donggala Awasi Peredaran Daging

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Yuliana Liku mengatakan pengawasan ini dijadwalkan berlangsung dua minggu sebelum Idulfitri atau H-14, dengan melibatka

Penulis: Misna Jayanti | Editor: Haqir Muhakir
TribunPalu.com/Misna
Kabid Kesehatan Hewan, Yuliana Liku sebut Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Donggala akan melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran daging jelang Idulfitri, Rabu (12/3/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat akan daging segar meningkat pesat. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Donggala akan melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran daging jelang Idulfitri 2025.

Hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan dan kualitas daging yang beredar.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Yuliana Liku mengatakan pengawasan ini dijadwalkan berlangsung dua minggu sebelum Idulfitri atau H-14, dengan melibatkan petugas lapangan yang akan turun langsung ke pasar-pasar serta tempat pemotongan hewan.

Baca juga: Festival Danau Lindu 2025 Digelar Juli, Siap Masuk Kembali 110 Event Terbaik

"Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Donggala akan melakukan pengawasan peredaran daging menjelang hari raya Idul Fitri. Kegiatan itu akan dilaksanakan pada dua minggu sebelum hari raya petugas sudah turun untuk melakukan pengawasan," ujarnya saat ditemui TribunPalu.com, Rabu (12/3/2025).

Ia menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan dengan dua sistem. Pertama, pemeriksaan kesehatan pada ternak hidup, seperti sapi dan kambing, sebelum disembelih. Petugas akan memastikan hewan dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi. 

Kedua, pemeriksaan kualitas daging yang diperjualbelikan di pasar untuk menghindari beredarnya daging tidak layak konsumsi.

Yuliana juga memberi tips mudah kepada masyarakat, untuk membeli daging dengan mengetahui ciri daging yang segar melihat warna dagingnya. Jika berwarna merah merona artinya daging tersebut masih segar.

"Petugas di lapangan ini nantinya akan melakukan dua sistem pengawasan. Pertama itu pemeriksaan kesehatan apakah hewan ternak sapi atau kambing yang akan dipotong itu layak untuk dikonsumsi. Kemudian kedua, pemeriksaan daging. Salah satu caranya dengan melihat warna daging yang merah merona berarti sehat," jelas Yuliana.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Kesehatan Hewan itu juga mengimbau kepada masyarakat Donggala untuk lebih berhati-hati dalam membeli daging. Ia menekankan pentingnya memilih daging yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Aman berarti tidak terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia atau zat berbahaya. Sehat berarti ternak yang tidak terinfeksi dengan penyakit. Utuh tidak tercampur dengan daging dari jenis lain atau daging tidak layak konsumsi dan halal diproses esuai dengan syariah Islam.

"Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Donggala turut mewaspadai peredaran daging yang tidak sehat. Dengan cara jangan tergiur dengan harga yang murah dan tetap memperhatikan daging yang ASUH," imbaunya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved