Rabu, 29 April 2026

Poso Hari Ini

Ketua FKUB Serukan Persatuan Lewat Ajaran Agama dan Kearifan Leluhur

Zainal Abidin menyampaikan sejarah kelam konflik kemanusiaan di Poso pada awal 2000-an sebagai pelajaran berharga tentang mahalnya perdamaian. 

Tayang:
Penulis: Fadhila Amalia | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Fadhila
POSO SIMBOL PERDAMAIAN - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Zainal Abidin menyerukan pentingnya membangun harmoni sosial melalui nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fadhila

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Zainal Abidin menyerukan pentingnya membangun harmoni sosial melalui nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal. 

Hal tersebut disampaikan dalam pidato kebangsaan yang disampaikannya pada peringatan Hari Jadi Provinsi Sulawesi Tengah ke-61.

Zainal Abidin menyampaikan sejarah kelam konflik kemanusiaan di Poso pada awal 2000-an sebagai pelajaran berharga tentang mahalnya perdamaian. 

Menurutnya, meski konflik tersebut terbungkus identitas agama.

Akar persoalannya adalah ketimpangan sosial, ekonomi, dan ketidakadilan. 

Baca juga: Pemkot Palu Raih Penghargaan Predikat Pratama Pencapaian UCH

Ia mengatakan Poso telah bertransformasi menjadi simbol perdamaian berkat kerja keras banyak pihak, termasuk para tokoh agama.

“Dari luka bisa tumbuh harapan, dari konflik bisa lahir rekonsiliasi. Hari ini, Poso bukan lagi tanah konflik, tetapi menjadi simbol perdamaian,” ucap Zainal Abidin.

Ia mengajak masyarakat Sulawesi Tengah meneladani kearifan lokal yang telah lama menjadi perekat sosial. 

Ketua MUI itu menyebut nilai seperti mosintuwu (gotong royong), nosimpati (empati) dan nosarara nosabatutu (bersatu dan saling membantu) sebagai kekayaan budaya yang perlu dirawat dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Di Lore, musyawarah adat lintas agama masih hidup menyelesaikan konflik lahan dan pernikahan campuran. Di masyarakat Kaili, nilai maroso menekankan kejujuran dan pantang menyerah. Inilah wajah harmoni Sulawesi Tengah yang harus dijaga,” jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved