Kamis, 7 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Hari Bumi 2025, Pemprov Sulteng dan Kemenag Dukung Gerakan Tanam Sejuta Pohon Matoa

Gerakan ini merupakan inovasi Kemenag RI untuk membangun harmoni antara alam dan umat beragama melalui penanaman sejuta Pohon Matoa.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
HANDOVER / BIRO ADPIM PEMPROV SULTENG
PENANAMAN POHON - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Fahrudin D Yambas, menyatakan apresiasi dan dukungan terhadap inisiatif Kementerian Agama RI yang secara resmi mencanangkan Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon Matoa bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Tahun 2025. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Fahrudin D Yambas, menyatakan apresiasi dan dukungan terhadap inisiatif Kementerian Agama RI yang secara resmi mencanangkan Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon Matoa bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Tahun 2025.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan demi generasi mendatang,” tegas Fahrudin saat menghadiri kegiatan tersebut pada Selasa (22/4/2025) di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulteng.

Gerakan ini merupakan inovasi Kemenag RI untuk membangun harmoni antara alam dan umat beragama melalui penanaman sejuta Pohon Matoa.

Baca juga: Polisi Sergap Lokasi Narkoba di Tavanjuka, Warga Sempat Lakukan Perlawanan

“Ini bukan hanya soal komitmen terhadap lingkungan, tapi juga ajakan kepada umat dan seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat langsung,” imbuhnya. 

Ia mendorong semua pihak agar proaktif membangun masa depan yang hijau dan berkelanjutan.

Pemilihan Pohon Matoa tidak terlepas dari keunggulannya sebagai tanaman yang mampu menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, mencegah erosi, serta memperbaiki kualitas tanah. 

Baca juga: Buku Kamus Bergambar Bahasa Dampelas Donggala Akan Launching Juni 2025

Pohon Matoa juga dapat tumbuh di hampir seluruh wilayah Indonesia, dari barat hingga timur.

Kemampuannya bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem menjadikan matoa simbol ketangguhan ekologis. 

Selain manfaat ekologis, Pohon Matoa juga membuka peluang pengembangan ekonomi lokal berbasis alam. 

Daunnya dapat dijadikan obat herbal, buahnya yang manis dapat dikonsumsi, dan kayunya yang kokoh namun ringan dapat dimanfaatkan untuk bahan konstruksi maupun kerajinan tangan.

Baca juga: Berikut Jadwal Pemadaman Listrik di Kota Palu, 23 April 2025

“Saya juga mengajak masyarakat untuk menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan,” tambah Fahrudin, menekankan pentingnya pemanfaatan potensi ekonomi pohon matoa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved