Selasa, 14 April 2026

Suku Bunga Tak Turun, Trump Ancang-Ancang Pecat Ketua The Fed

Adapun pemecatan dilakukan usai Trump secara terbuka mengkritik Powell karena menolak perintah untuk memangkas suku bunga.

Editor: Regina Goldie
The Fed
JAGA EKONOMI - Ketua The Fed Jerome Powell. Secara hukum, presiden tidak dapat secara langsung memecat Ketua Federal Reserve (The Fed), hanya karena perbedaan pendapat soal kebijakan ekonomi. 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan sedang menimbang kemungkinan untuk memberhentikan Ketua Bank Sentral Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell.

Kabar ini mencuat setelah Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, Kevin Hassett, menyampaikan bahwa Trump bersama timnya tengah mempertimbangkan langkah tersebut untuk mencopot Powell dari posisinya sebagai pemimpin The Fed.

"Presiden dan timnya akan terus mempelajari masalah itu," kata direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, Kevin Hassett, dikutip dari Channel News Asia, Selasa (22/4/2025).

Adapun pemecatan dilakukan usai Trump secara terbuka mengkritik Powell karena menolak perintah untuk memangkas suku bunga.

Trump percaya bahwa penurunan suku bunga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan pinjaman dan investasi. 

Baca juga: Wagub Tantang Rektor Unismuh Palu Realisasikan Fakultas Kedokteran

Menurutnya suku bunga yang lebih rendah akan membuat biaya untuk meminjam uang menjadi lebih murah, yang diharapkan bisa mendorong konsumen dan perusahaan untuk berbelanja, berinvestasi, dan menciptakan lapangan kerja.

Trump juga berpendapat bahwa suku bunga yang rendah dapat mendorong investor untuk berinvestasi di saham, yang pada gilirannya dapat meningkatkan nilai pasar saham dan menjaga daya saing ekonomi AS di tengah ketidakpastian global.

Namun bagi pejabat Fed, hal itu berisiko memperburuk inflasi.

Bos The Fed, Jerome Powell menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga acuan.

Ia menjelaskan tugasnya sebagai Ketua The Fed yakni menjaga independensi bank sentral berlandaskan pada data ekonomi, bukan tekanan politik.

Baca juga: Buku Kamus Bergambar Bahasa Dampelas Donggala Akan Launching Juni 2025

“Kewajiban kita adalah menjaga ekspektasi inflasi jangka panjang agar tetap terjaga dan memastikan bahwa kenaikan harga satu kali tidak menjadi masalah inflasi yang berkelanjutan,” katanya di Chicago minggu lalu, mengutip dari The Guardian.

"Kami akan melakukan apa yang kami lakukan dengan ketat tanpa mempertimbangkan faktor politik atau faktor eksternal lainnya," imbuhnya.

Komentar inilah yang membuat Trump mengancam ingin melengserkan Powell dari kursi The Fed, lantaran kekuasan Powel membuat Trump tidak bisa langsung mengendalikan kebijakan bank sentral AS sesuai arah kebijakannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved