Pertemuan Parlemen Indonesia-Singapura Dorong Diplomasi Regional Berbasis Nilai
Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memperkuat diplomasi regional ASEAN melalui pembahasan tentang solidaritas kawasan.
TRIBUNPALU.COM - Delegasi DPR, MPR, dan DPD RI yang dipimpin oleh Edhie Baskoro Yudhoyono mengadakan pertemuan resmi dengan Wakil Ketua Parlemen Singapura, Jesica Tan, pada Kamis (24/4/2025).
Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memperkuat diplomasi regional ASEAN melalui pembahasan tentang solidaritas kawasan, kerja sama ekonomi, serta langkah bersama dalam merespons tantangan geopolitik dan ketidakpastian global.
Dalam pertemuan tersebut, hadir sejumlah anggota parlemen Indonesia, di antaranya Andreas Hugo Pareira, Mulyadi, Anton Sukartono Suratto, Abdul Bakri Haji Musa, Jialyka Maharani, serta Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas.
Baca juga: Santika Palu Tegaskan Komitmen Kurangi Plastik Sekali Pakai di Lingkungan Hotel
Ibas menekankan pentingnya diplomasi kebangsaan antarparlemen dalam membangun ASEAN yang lebih inklusif dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
"Kami datang ke Singapura dengan semangat persahabatan, saling pengertian, dan solidaritas kawasan (ASEAN),” ujar Ibas dalam keterangannya, Jumat (25/4/2025).
Ia menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Singapura tidak hanya berakar pada sejarah yang panjang dan mendalam, tetapi juga pada komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan kohesi ASEAN di tengah dinamika global yang terus berubah.
"Saya pikir, ASEAN Plus harus bersatu, tangguh, responsif, dan relevan, karena kami menyadari tantangan-tantangan masa depan bersifat transnasional," lanjutnya.
Ibas juga menyampaikan bahwa sebagai pemimpin parlemen, mereka memiliki tanggung jawab besar dalam menjembatani diplomasi kawasan.
"Di sini, kita sebagai pemimpin parlemen (MPR RI & Parlemen Singapura), memainkan peran penting," tegasnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Komisi I DPRD Parigi Moutong Siap Investigasi Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa
Menurutnya, diplomasi kebangsaan yang mereka bawa merupakan bentuk diplomasi yang berakar dari semangat rakyat dan didukung oleh nilai-nilai bersama, dengan tujuan utama untuk memperkuat perdamaian, kesejahteraan, pengertian, dan kerja sama antarnegara.
"Kami hadir di sini, hari ini untuk memperdalam komitmen kami terhadap diplomasi nasional. Apa yang sering kami sebut di Indonesia sebagai ‘diplomasi kebangsaan’. Diplomasi yang berakar pada semangat rakyat, didukung oleh nilai-nilai bersama, dan dimaksud untuk memperkuat perdamaian, kesejahteraan, pengertian dan kerja sama,” tutur Ibas.
Melalui pertemuan ini, kedua parlemen berharap dapat meningkatkan komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat dalam menjawab tantangan global serta memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan yang stabil dan inklusif. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnnews.com
| Siti Halwiah Terpilih Aklamasi Pimpin APJI Sigi 2026–2031, Siap Perkuat Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Momen HUT Sultra, PT Vale Pertegas Visi Percepatan Hilirisasi Hijau dan Penguatan Ekonomi Lokal |
|
|---|
| Klarifikasi Jusuf Kalla Dianggap Belum Cukup, GAMKI Tetap Proses Laporan Dugaan Penistaan Agama |
|
|---|
| Paralayang Internasional di Sulteng, Atlet dari 6 Negara dan 11 Provinsi Indonesia Berlaga |
|
|---|
| Kejuaraan Paralayang Internasional 2026 Resmi Dibuka, Sulteng Sambut Atlet Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/dtas78td7s8a-t78d-t78t78-t78-t78t78t788yas89as.jpg)