Jumat, 10 April 2026

Sigi Hari Ini

Dusun Kangkuro Terisolasi di Tengah Alam Indah Lindu Sigi

Potensi besar kawasan ini terkubur akibat minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dasar.

ANDIKA/TRIBUNPALU.COM
DUSUN KANGKURO SIGI - Di tengah kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Dusun Kangkuro, Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, justru seolah terabaikan. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Andika Satria Bharata

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Di tengah kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Dusun Kangkuro, Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, justru seolah terabaikan.

Potensi besar kawasan ini terkubur akibat minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dasar.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan.

Untuk mencapai Dusun Kangkuro, warga harus menempuh perjalanan penuh tantangan.

Dari Dermaga Desa Tomado menuju Dermaga Wongkodono, mereka perlu menyeberangi danau selama 30 menit menggunakan kapal kecil.

Baca juga: Sosialisasi Pendaftaran Tanah Ulayat di Sumatera Barat, Nusron:Negara Lindungi Masyarakat Hukum Adat

Ironisnya, akibat kerusakan parah pada dermaga yang tidak lagi layak pakai, penumpang terpaksa menggunakan perahu kecil untuk bisa merapat.

Kayu-kayu lapuk, papan dermaga yang rusak, serta lantai penimbang kapal yang basah dan licin mencerminkan kelalaian pemerintah dalam memenuhi hak dasar masyarakat.

Kondisi ini tak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga mempersulit aktivitas harian warga terutama bagi mereka yang membawa barang dagangan atau sepeda motor.

Perjalanan belum selesai, dari Dermaga Wongkodono menuju Dusun Kangkuro, warga harus menggunakan jasa ojek motor.

Baca juga: Waspada! Akun Facebook Palsu Catut Nama Pj. Bupati Parimo

 Mereka melewati medan ekstrem berupa jalan berlumpur, sungai kecil tanpa jembatan layak, serta jembatan kayu rapuh yang bisa roboh sewaktu-waktu.

Biaya ojek pulang-pergi mencapai Rp250 ribu, menjadi beban berat di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang serba pas-pasan.

Seorang tukang ojek setempat mengungkapkan bahwa kerusakan akses jalan ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan berarti.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved