PDIP Minta Pendukung Jokowi Tak Baper usai Megawati Singgung Ijazah Palsu
Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli perjelas soal pernyataan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, soal ijazah palsu.
TRIBUNPALU.COM - Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli perjelas soal pernyataan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, soal ijazah palsu.
Guntur menegaskan, dalam pernyataannya, Megawati tidak pernah menyebut nama Jokowi maupun secara spesifik menyinggung soal ijazah palsu.
"Dalam pernyataannya, Ibu Megawati tidak pernah menyebut nama Jokowi dan juga tidak spesifik mau bahas soal ijazah palsu," kata Guntur kepada Tribunnews.com, Kamis (15/5/2025).
Menurutnya, apa yang disampaikan Megawati merupakan isu umum yang dapat terjadi pada siapa saja.
"Jadi pendukung Pak Jokowi tidak perlu baper yah. Karena apa yang disampaikan oleh Ibu Megawati itu adalah isu yang umum. Misalnya ada yang bertanya soal ijazah kita, soal umur. Soal umur misalnya ya tinggal tunjukkin saja KTP. Soal ijazah yang tanya, ya tinggal tunjukkin saja ijazah aslinya," ujar Guntur.
Guntur menjelaskan, pernyataan Megawati justru dimaksudkan untuk mendorong penyelesaian persoalan secara damai dan mengedepankan musyawarah.
"Jadi enggak perlu ribet, enggak perlu ribut sampai mislanya harus bawa ke masalah hukum, membuat repot banyak lembaga," ucapnya.
Dia menyebut, sebagai sosok ibu bangsa, Megawati ingin agar masyarakat tidak terjebak pada keributan yang tidak perlu.
"Jadi apa yang disampaikan oleh ibu Megawati sebagai orang tua, sebagai ibu kita agar kita menyelesaikan persoalan itu damai-damai saja. Jangan dibikin ribet, jangan dibikin ribut sesuai dengan nilai-nilai musyawarah," ungkap Guntur.
Guntur mengajak semua pihak untuk tetap mengedepankan dialog dan silaturahmi dalam menyikapi berbagai persoalan.
"Apa pun masalahnya bisa kita ketemu, kita bisa silaturahim, kita bisa menyelesaikan tanpa keributan dan buang-buang energi yang tidak perlu," tuturnya.
Sebelumnya, Megawati yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyentil persoalan ijazah palsu yang belakangan ramai menjadi sorotan.
Hal itu dikatakan Megawati dalam acara peluncuran buku Bambang Kesowo bersama BRIN pada Rabu (14/5/2025).
Namun, Megawati enggan menyebut nama Jokowi. Menurutnya, jika memang ijazah ada, persoalan tak perlu diperpanjang.
Bagi Megawati, akan lebih baik jika ijazah tersebut ditunjukan kepada publik.
| Matindas J Rumambi Soroti Dampak El Nino dan Geopolitik Global Terhadap Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Waket II DPRD Banggai I Putu Gumi Pimpin Pertemuan dengan 200 Mahasiswa PPL Untad |
|
|---|
| Roy Suryo Ogah Ajukan Restorative Justice: Jokowi yang Harusnya Minta Maaf ke Rakyat Indonesia |
|
|---|
| Roy Suryo Minta Kasus Ijazah Jokowi Disetop, Polisi Tanya Balik: Alasannya Apa? |
|
|---|
| Komisi II DPRD Sulteng Dorong Penguatan Fasilitas PPI Pagimana, Tingkatkan PAD dan Layanan Nelayan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Ketua-Umum-PDI-P-Megawati-Soekarnoputri-0215200.jpg)