Sabtu, 2 Mei 2026

Kabar Baik! Pemerintah Bakal Buka Daycare Gratis, Dukung Karir Perempuan di Indonesia

Pemerintah mengumukan bakal berencana menghadirkan daycare gratis atau tempat penitipan anak yang terstandarisasi di berbagai instansi pemerintahan da

Tayang:
Editor: Lisna Ali
Kredit: HO/IST
PROGRAM DAYCARE - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji saat kunjungannya ke TPA Pertiwi di Boyolali (24/2/2025). Ia mengusulkan daycare atau taman asuh sayang anak (Tamasya) bisa mendapat program makan bergizi gratis (MBG). Menteri Wihaji pastikan pemerintah akan hadirkan daycare gratis agar perempuan tidak harus resign setelah punya anak. Langkah ini atasi Childfree. 

TRIBUNPALU.COM - Kabar baik untuk seluruh perempuan di Indonesia.

Pemerintah mengumukan bakal berencana menghadirkan daycare gratis atau tempat penitipan anak yang terstandarisasi di berbagai instansi pemerintahan dan swasta. 

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), Wihaji, dalam acara Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di Jakarta, Kamis (15/5/2025).

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah untuk memastikan perempuan Indonesia tidak harus berhenti bekerja hanya karena memiliki anak.

“Daycare ini menjadi solusi untuk para ibu yang ingin tetap bekerja tanpa harus khawatir anaknya tidak terurus. Jangan sampai punya anak malah harus mengubur mimpi berkarier karena tidak sanggup bayar pengasuh,” tegas Wihaji.

Daycare Gratis untuk Semua: Pemerintah dan Swasta Disasar

Wihaji menekankan pentingnya penyediaan daycare di lingkungan kerja, baik kantor pemerintahan maupun perusahaan swasta. 

Menurutnya, ini adalah langkah strategis untuk mendukung produktivitas dan kemandirian ekonomi perempuan.

“Harapan saya semua kantor kementerian dan swasta punya daycare. Orang tuanya tetap bisa bekerja, dan anaknya diasuh oleh pengasuh bersertifikasi,” lanjut Wihaji, yang juga mantan Bupati Batang.

Atasi Tren Child-Free dan Dukung Karier Perempuan

Di tengah meningkatnya tren pasangan child-free—pasangan yang memilih tidak memiliki anak karena alasan karier atau ekonomi—pemerintah merasa perlu menghadirkan solusi nyata untuk mendukung ekosistem keluarga yang sehat dan inklusif.

“Kita ingin perempuan tidak merasa terjebak antara karier atau keluarga. Keduanya bisa jalan bersamaan dengan sistem pengasuhan yang profesional,” ujar Wihaji.

TAMASYA: Program Daycare Unggulan Standar Nasional

Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) menjadi langkah awal implementasi daycare unggulan. Program ini dirancang secara kolaboratif dengan lintas kementerian, sektor swasta, hingga pakar pengasuhan anak.

Daycare yang tergabung dalam program TAMASYA nantinya akan memiliki:

  • Pengasuh bersertifikasi
  • Psikolog anak
  • Dokter spesialis anak
  • Laporan tumbuh kembang anak secara berkala
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved