Minggu, 3 Mei 2026

OJK Sulteng

OJK Dorong Penguatan Pembiayaan dan Ekosistem Industri Tekstil Nasional

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
HANDOVER / OJK
OJK DORONG PENGUATAN TPT - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan pembiayaan berkelanjutan untuk sektor Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor riil dan transformasi ekonomi nasional.  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan pembiayaan berkelanjutan untuk sektor Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor riil dan transformasi ekonomi nasional. 

Hal ini disampaikan dalam kegiatan konsinyering yang digelar OJK bersama sejumlah kementerian dan pemangku kepentingan lainnya di Jakarta, Jumat (16/5/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi, serta industri perbankan dan pelaku industri TPT. 

Baca juga: CV Akai Jaya Motor Palu Gelar Yamaha Esport Season 2, 700 Peserta Rebutkan Hadiah Rp10 Juta

Mereka membahas berbagai tantangan yang dihadapi sektor TPT, potensi sinergi, dan kebutuhan dukungan dari sisi pembiayaan untuk memperkuat ekosistem industri secara menyeluruh.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan industri TPT yang tangguh dan berdaya saing global. 

Ia menyebut, sektor TPT memiliki potensi besar baik di pasar domestik maupun ekspor. Namun, struktur biaya logistik yang tinggi dan ketergantungan terhadap pasar ekspor tertentu menjadi tantangan yang harus diatasi secara komprehensif dengan pendekatan Indonesia Incorporated.

Baca juga: Kloter Kedua Jamaah Haji Banggai Berangkat 21 Mei

“Kolaborasi nyata antara pelaku industri, perbankan, BUMN, dan pemerintah dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar Dian.

Hingga Maret 2025, kredit kepada industri TPT dan alas kaki tercatat mencapai Rp160,41 triliun atau setara 2,03 persen dari total kredit perbankan nasional. 

Selain itu, industri TPT turut berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja yang mencapai 4 juta orang pada 2024, atau sekitar 32,79 persen dari total tenaga kerja pada industri padat karya.

Industri TPT juga menunjukkan kinerja positif. Per Maret 2025, sektor ini tumbuh sebesar 4,64 persen, meningkat dari pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 4,26 persen, serta menyumbang 1,02 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca juga: Jalan Nasional di Parigi Tergenang Usai Hujan Deras, Warganet Soroti Proyek Drainase

Dian juga menekankan bahwa sektor jasa keuangan, khususnya perbankan, harus berperan sebagai enabler dalam memperkuat pembiayaan dan struktur bisnis industri TPT. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved