Sabtu, 25 April 2026

Jelang Wukuf di Arafah, Simak 5 Pesan untuk Jemaah Haji Perempuan

Wukuf di Arafah adalah momen paling sakral dalam ibadah haji. Di sinilah para jemaah berkumpul, bermunajat, dan memperbanyak doa

Editor: Fadhila Amalia
Tribun Batam/Candra P. Pusponegoro
Umat muslim sedang berdoa di depan Kakbah di Kota Mekkah, Arab Saudi, (7/6/2012) lalu. Sepanjang waktu, tempat ini selalu dibanjiri umat Islam dari seluruh dunia untuk mereka yang menunaikan ibadah umrah dan haji. 

TRIBUNPALU.COM - Simak ada lima pesan yang perlu diperhatikan para jemaah haji perempuan yang akan menjalani wukuf di Arafah.

Adapun lima pesan untuk jemaah haji perempuan ini disampaikan oleh Mustasyar Diny (konsultan ibadah) yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Badriyah Fayumi, yang dilansir situs resmi Kementerian Agama (Kemenag), Senin (26/5/2025).

Baca juga: Harga Terbaru iPhone: iPhone 12, iPhone 13, iPhone 14, iPhone 15, iPhone 16, iPhone 16E, iPhone 17?

Badriyah Fayumi mengatakan bahwa haji adalah bentuk jihad bagi perempuan.

"Perempuan yang berhaji telah melakukan pengorbanan besar—meninggalkan keluarga, rutinitas harian, dan menempuh perjalanan panjang demi memenuhi panggilan Ilahi," ujarnya.

Wukuf di Arafah adalah momen paling sakral dalam ibadah haji. Di sinilah para jemaah berkumpul, bermunajat, dan memperbanyak doa sebagai puncak dari seluruh rangkaian manasik.

Baca juga: Makkah dan Masjidil Haram Padat Jelang Puncak Haji, Pemeriksaan Ketat di Perbatasan Jeddah-Makkah

Namun bagi jemaah perempuan, ada sejumlah hal khusus yang perlu diperhatikan agar ibadah tetap sah dan terasa nyaman.

Untuk itu, menjelang wukuf, Badriyah mengingatkan jemaah perempuan untuk memperhatikan lima hal penting berikut ini.

Pesan untuk Jemaah Haji Perempuan Jelang Wukuf

1. Haid Bukan Halangan untuk Wukuf
Banyak perempuan yang bertanya apakah haid membuat mereka tak bisa ikut wukuf. Jawabannya tidak.

"Perempuan yang sedang haid tetap bisa melaksanakan wukuf. Yang tidak bisa dilakukan hanya tawaf, itu pun bisa dilakukan setelah suci," terang Badriyah.

Baca juga: Pengumuman UTBK SNBT 2025 Jam Berapa? Ini Jadwal dan Cara Ceknya

Kalau haid datang saat baru tiba di Makkah dan waktu sudah mendekati wukuf, jemaah bisa mengubah niat haji dari tamattu’ menjadi qiran.

Dengan begitu, mereka tetap bisa ikut wukuf tanpa harus tergesa menyelesaikan umrah lebih dulu.

"Niatkan haji qiran, ikuti wukuf, lalu lanjutkan rangkaian ibadah. Umrah bisa dilakukan setelah suci," tambahnya.

2. Antisipasi dengan Pembalut atau Pampers
Selama wukuf, antrean di toilet biasanya sangat panjang.

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, Badriyah menyarankan jemaah perempuan mengenakan pembalut atau pampers.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved