Jumat, 24 April 2026

Hari Tasyrik 2025: Simak Jadwal, Amalan Sunnah dan Maknanya

Sedangkan pendapat kedua terkait penamaan hari Tasyrik karena pelaksanaan ritual qurban dilakukan setelah matahari terbit. 

Editor: Fadhila Amalia
Tribunnews.com
HARI TASYRIK 2025 - Hari Tasyrik adalah hari makan dan minum, sehingga umat Islam dilarang berpuasa pada tiga hari Tasyrik. Hari Tasyrik jatuh pada tiga hari setelah hari raya Idul Adha. 

TRIBUNPALU.COM - Hari Tasyrik adalah hari makan dan minum, sehingga umat Islam dilarang berpuasa pada tiga hari Tasyrik.

Hari Tasyrik jatuh pada tiga hari setelah hari raya Idul Adha.

Baca juga: Apa yang Dilakukan saat Wukuf di Arafah Besok? Cek Rangkaian Ibadahnya

Idul Adha dirayakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, yang tahun ini bertepatan pada hari Jumat, 6 Juni 2025.

Sehingga, hari Tasyrik jatuh pada tanggal berikut ini:

11 Dzulhijjah 1446 H atau Sabtu, 7 Juni 2025
12 Dzulhijjah 1446 H atau Minggu, 8 Juni 2025
13 Dzulhijjah 1446 H atau Senin, 9 Juni 2025.
Bagi umat Islam perlu mengetahui larangan-larangan selama Hari Tasyrik dan amalan-amalan sunnah pada hari tersebut, berikut ini rangkumannya, dikutip dari bali.kemenag.go.id.

Baca juga: Update Kasus Korupsi PT Sritex, Kejagung Periksa Adik Iwan Lukminto, Statusnya sebagai Saksi

Larangan selama Hari Tasyrik

Umat Islam dilarang berpuasa pada hari raya Idul Adha dan hari-hari Tasyrik karena hukumnya haram.

Hal ini berdasarkan pada hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abu Sa’id, yang berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang puasa pada dua hari, yaitu hari raya Idul Fitri dan hari kurban (Al-Bukhari dan Muslim). 

Diriwayatkan dari Nabisha al-Hudhali radhiyallahu ‘anhu, yang berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Hari-hari Tasyrik adalah hari-hari untuk makan, minum, dan mengingat Allah, Yang Maha Perkasa dan Maha Agung (Diriwayatkan oleh Muslim).

Larangan tersebut juga disebutkan dalam hadis Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu, yang mengatakan: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang puasa pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha." (diriwayatkan oleh al-Bukhari (1992) dan Muslim (827)). 

Para ulama sepakat bahwa puasa pada dua hari tersebut hukumnya haram, seperti dikutip dari Albawabhnews.

Amalan Sunnah selama Hari Tasyrik
Memperbanyak berzikir kepada Allah, baik dengan membaca istighfar, tasbih, tahmid, tahlil dan lainnya.
Memperbanyak berdoa mohon kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.
Menyembelih hewan kurban. Selain hari Idul Adha, waktu untuk berkurban adalah hari-hari Tasyrik. Jika tidak sempat untuk berkurban di hari Idul Adha, maka dianjurkan menyembelih hewan kurban di hari-hari Tasyrik.
Makan dan minum adalah salah satu amalan sunnah yang dilakukan selama hari-hari Tasyrik, karena umat Islam dilarang untuk berpuasa pada hari tersebut.
Bertakbir setelah melaksanakan shalat wajib lima waktu, dengan bacaan takbir, sebagaimana takbir di hari Idul Adha.

Makna Hari Tasyrik
Hari Tasyrik berkaitan erat dengan hari raya Idul Adha karena pada hari-hari tersebut umat Islam dilarang berpuasa.

Tasyrik atau tasyriq dalam bahasa Arab merupakan patron kata masdar dari "syarraqa" yang memiliki arti "matahari terbit atau menjemur sesuatu".

Baca juga: Ingin Kuliah Tapi Tetap Bisa Kerja? Harapan Masyarakat di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Disebut Hari-hari Tasyrik karena setelah menyembelih hewan kurban pada hari Idul Adha, orang-orang akan memotong dagingnya dan menjemurnya di bawah sinar matahari hingga kering dan tidak rusak, dikutip dari website Pemerintah Arab Saudi mengenai haji, haj.gov.sa.

Syekh Ibnu Manzur (711 H) dalam magnum opusnya Lisan al-Arab menyebutkan terdapat perbedaan pendapat Ulama tentang alasan perbedaan penamaan tasyrik.

Pendapat pertama, hari-hari tersebut dinamakan "Tasyrik" dikarenakan waktu tersebut adalah hari di mana umat Islam menjemur daging qurban mereka untuk dibuat dendeng.

Baca juga: Fazzio Modifest Makassar Kembali Hadirkan Modifikasi Gaya Urban Anak Muda Kota Daeng

Pendapat tersebut disandarkan pada masa Rasulullah SAW belum adanya teknologi pendingin seperti kulkas, sehingga, masyarakat kala itu menyimpan daging dengan waktu lama dengan cara dijemur.

Sedangkan pendapat kedua terkait penamaan hari Tasyrik karena pelaksanaan ritual qurban dilakukan setelah matahari terbit. 

Selain itu, larangan puasa di hari Tasyrik dikarenakan waktu tersebut sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk menikmati berbagai hidangan dan olahan dari daging qurban, seperti dirangkum dari mui.or.id.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved