Sigi Hari Ini
Menteri Transmigrasi Tinjau Kawasan Durian dan Cokelat di Sigi, Ini Lima Program Prioritas 2025
Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, serta jajaran kepala dinas.
Penulis: Andika Satria Bharata | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI – Desa Sejahtera menjadi lokasi kedua kunjungan kerja setelah sebelumnya Menteri mengunjungi kawasan transmigrasi di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menerima kunjungan kerja Menteri Transmigrasi Republik Indonesia di kawasan pertanian durian dan cokelat, Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.
Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, serta jajaran kepala dinas di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi.
Baca juga: Bupati Sigi Perkenalkan Komoditas Unggulan Desa Lembantongoa kepada Menteri Transmigrasi
Dalam kunjungannya, Menteri Transmigrasi memaparkan lima program prioritas Kementerian Transmigrasi RI yang akan menjadi fokus utama pada tahun 2025, yakni:
- Trans Tuntas – Penyelesaian berbagai permasalahan lahan bagi para transmigran.
- Transmigrasi Lokal – Peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pola transmigrasi berbasis wilayah.
- Transmigrasi Patriot – Penguatan kualitas SDM transmigran, khususnya generasi muda, melalui beasiswa pendidikan jenjang S2 dan S3.
- Trans Karya Nusa – Pengembangan industri berbasis potensi daerah di kawasan transmigrasi.
- Trans Gotong Royong – Sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam mendorong pembangunan kawasan
transmigrasi.Menteri menyampaikan bahwa kelima program tersebut bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat lokal, termasuk para petani di Kabupaten Sigi.
Dalam sambutannya, Bupati Sigi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran Menteri Transmigrasi di Kabupaten Sigi. Ia menegaskan bahwa Sigi sebagai daerah penyangga pertanian di Sulawesi Tengah menghadapi sejumlah tantangan, khususnya terkait distribusi sarana dan prasarana pertanian.
“Saat ini pemerintah daerah tidak lagi memiliki kewenangan dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi dan alat mesin pertanian (alsintan),” ujar Bupati.
Baca juga: 64 Personel Dikerahkan, Polres Sigi Siaga Amankan Kunker Mentrans RI
Ia menambahkan bahwa hal ini menjadi kendala yang cukup berat bagi para petani di lapangan.
“Kami berharap Bapak Menteri dapat membantu mencarikan solusi atas permasalahan ini,” lanjutnya.
Lebih jauh, Bupati berharap agar program-program Kementerian Transmigrasi dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan petani, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi daerah.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan dan kemandirian masyarakat, khususnya di sektor transmigrasi dan pertanian. (*)
| Eks Polwan Digelandang ke RSJ Madani Palu, Polisi: Kasus Sudah Naik ke Penyidikan |
|
|---|
| Samuel Yansen Pongi Dorong Lebih Banyak Warga Miskin di Sigi Miliki Rumah Layak Huni |
|
|---|
| Tinjau RTLH di Desa Polma, Wabup Sigi Minta Warga Proaktif Laporkan Rumah Tak Layak Huni |
|
|---|
| Libur Tanggal Merah, Pemandian Bionga di Kaleke Sigi Ramai Dikunjungi Wisatawan |
|
|---|
| Di Tengah Tantangan Ekonomi, Sigi Tampil Terdepan Kendalikan Inflasi di Regional Sulawesi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/dh-78as0-g87ags78-ags87.jpg)