Selasa, 14 April 2026

DPR RI: Evakuasi 386 WNI dari Iran Harus Jadi Prioritas Pemerintah

Dave menegaskan, pemerintah harus memastikan bahwa seluruh WNI di Republik Islam Iran tidak dalam kondisi terjebak peperangan.

Editor: Regina Goldie
X/IRNA English
KUTUK SERANGAN ISRAEL - Warga Iran berkumpul di Makam Suci Imam Reza (saw) di Mashhad untuk mengutuk serangan rezim Israel terhadap Iran. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta pemerintah segera melakukan evakuasi terhadap 386 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Republik Islam Iran. 

TRIBUNPALU.COM - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mengimbau pemerintah untuk segera mengevakuasi 386 Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di Republik Islam Iran.

"Mengevakuasi mereka menjadi prioritas utama pemerintah saat ini," kata Dave kepada Tribunnews.com, Senin (16/6/2025).

Dave menegaskan, pemerintah harus memastikan bahwa seluruh WNI di Republik Islam Iran tidak dalam kondisi terjebak peperangan.

"Memastikan mereka smua tidak ada yang terjebak dalam peperangan ini," ujar politikus Partai Golkar ini.

Diketahui, konflik antara Israel vs Iran memanas belakangan ini. Pada Jumat (13/6/2024), Israel melakukan serangan ke Teheran dan sejumlah wilayah termasuk fasilitas nuklir Iran di Natanz.

Merespons serangan itu, Iran pun membalas pada Sabtu (14/6/2025) menghujani Tel Aviv dan sejumlah wilayah penting di Israel dengan ratusan rudal dan drone-drone canggih.

Adapun dalam 48 jam pertama perang Israel-Iran, Iran dilaporkan sudah menembakkan sekitar 300 rudal balistik.

Sementara itu, pada hari Minggu, (15/6/2025), IDF memperingatkan warga Iran yang tinggal di dekat tempat produksi senjata agar meninggalkan tempat itu.

"Demi keselamatan kalian, kami meminta kalian untuk segera pergi dari area fasilitas dan tetap menjauh hingga ada informasi terbaru," kata juru bicara IDF. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved