Selasa, 28 April 2026

Khutbah Jumat, 20 Juni 2025: Pentingnya Silaturahmi Sesama Umat Manusia

Teks khutbah "Pentingnya Silaturahmi Sesama Umat Manusia" bisa dibacakan saat shalat Jumat pada 20 Juni 2025, nanti.

Editor: Fadhila Amalia
Tribunmedan.com
KHUTBAH JUMAT - Berikut teks khutbah yang berjudul "Pentingnya Silaturahmi Sesama Umat Manusia". 

TRIBUNPALU.COM - Berikut teks khutbah yang berjudul "Pentingnya Silaturahmi Sesama Umat Manusia".

Adapun teks khutbah ini dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag) pada Rabu, 18 Juni 2025.

Baca juga: Lowongan Kerja PT SIER untuk Lulusan S1 Hukum, Simak Kualifikasinya

Teks khutbah "Pentingnya Silaturahmi Sesama Umat Manusia" bisa dibacakan saat shalat Jumat pada 20 Juni 2025, nanti.

Khutbah ini bertema sangat penting dalam kehidupan manusia, yaitu membahas pentingnya silaturahmi sesama umat manusia.

Dikutip dari laman Simbi Kemenag, berikut teks khutbah Jumat, 20 Juni 2025:

Baca juga: Gejala Penyakit Pasca Haji, Kemenkes: Waspadai Demam, Batuk dan Risiko Covid-19

Pentingnya Silaturahmi Sesama Umat Manusia
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي آمَرَنَا بِلُزُمِ الجَمَاعَةِ، وَهَانَا عَنِ الإِحْتِلَافِ وَالتَفَرُّقَةُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ هُدَاةِ الأُمَّةِ، أَشْهَدُ أن لا إِلَهَ إِلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَمَّا بَعْد. فَيَأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، فَيَأْيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ، أَوْصِيْكُمْ فَإِيَّايَ بِتَقْوَ الله ، فَقَدْ فَازَ المَتَّقُوْنَ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيمِ، أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ، يَأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثى وَجَعَلْنَكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ.
Jemaah Jum’at yang dimuliakan Allah Swt,

Pada  kesempatan  yang  berbahagia  ini,  khatib  mengajak  kita  semua  merenungkan sebuah tema yang sangat penting dalam kehidupan manusia, yaitu "Pentingnya Silaturahmi Sesama Umat Manusia." Kata “silaturahmi” berasal dari dua suku kata yaitu “shilah” dan “rahim”. Shilah yang berarti hubungan dan rahim yang berarti berkasih sayang. Maka yang dimaksud dengan silaturahmi adalah tindakan menyambung hubungan tali persaudaraan dan berkasih sayang kepada sesama manusia. Bahkan perilaku silaturahmi bernilai luas terhadap ciptaan Allah Swt bahwa berkasih sayang tidak hanya kepada manusia, melainkan kepada semua makhluk ciptaan-Nya. 

Berbicara tentang silaturahmi, maka dibenak kita hadir sebuah sikap mempersatukan karena  adanya perbedaan  yang  cenderung  pada  kenegatifan.  Apalagi  dikaitkan  dengan Indonesia sebagai negara yang memiliki ribuan perbedaan. Beberapa daerah di Indonesia, ikatan persaudaraan seringkali terkikis oleh konflik yang muncul diakibatkan adanya berbagai perbedaan.

Dengan luas wilayah dari sabang Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote, maka perbedaan terlihat jelas dari keanekaragaman agama, ras, suku, dan lainnya. Dengan minim ilmu dan pengetahuan yang dimiliki, perbedaan tersebut dianggap musuh sehingga konflik sosial horizontal tidak terelakkan. Banyak konflik terjadi yang menyebabkan perpecahan sosial yang memunculkan rasa saling curiga, sehingga menciptakan suasana yang tidak kondusif untuk hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati. 

Jemaah Jum’at yang dimuliakan Allah Swt,

Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, mengajarkan umatnya saling mencintai, menolong, dan menghormati sesama tanpa memandang agama, suku, ras, atau status sosial. Ajaran  Islam  tentang  persaudaraan  dibagi  dalam  tiga  konsep:  ukhuwah  Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Semuanya bertujuan menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, dan penuh kasih sayang.

Nabi  Muhammad  saw  juga  menekankan  pentingnya  menjaga  hubungan  baik antarsesama. Imam Nawawi dalam kitabnya yang berjudul Syarh Shahih Muslim, berkata:

وَأَمَّا صِلَةُ الرَّحِمِ فَهِيَ الْإِحْسَانُ إِلَى الْأَقَارِبِ عَلَى حَسَبِ حَالِ الْوَاصِلِ وَالْمَوْصُولِ فَتَارَةً تَكُونُ بِالْمَالِ وَتَارَةٌ بِالْخِدْمَةِ وَتَارَةٌ بِالزِّيَارَةِ وَالسَّلَامِ وَغَيْرِ ذَلِكَ.
“Adapun persaudaraan adalah berbuat baik kepada karib-kerabat sesuai keadaan orang yang hendak menghubungkan dan keadaan orang yang hendak dihubungkan. Terkadang berupa  kebaikan  dalam  hal  harta,  terkadang  dengan  memberi  bantuan  tenaga, terkadang dengan mengunjunginya, dengan memberi salam, dan cara lainnya.”

Islam mengakui perbedaan dan keberagaman adalah fitrah yang harus dihargai, dan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak ditentukan oleh asal-usul atau status sosial, melainkan oleh ketakwaannya. Penanaman nilai persaudaraan yang universal akan mendorong umat manusia untuk hidup dalam harmoni, saling menghormati, dan mengedepankan akhlak mulia dalam menjalin hubungan antarsesama. Allah Swt berfirman dalam surah An-Nisa [4] ayat 1, yaitu:

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

“Bertakwalah  kepada  Allah  yang  dengan  nama-Nya  kamu  saling  meminta  dan (peliharalah) hubungan silaturahmi".

Baca juga: BSU 2025 Mulai Cair ke Rekening Himbara Pekerja, Cek Daftar Nama Penerima di Sini

Potongan ayat surah An-Nisa ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga tali silaturahmi.  Hubungan  yang  baik  antarsesama  menciptakan  kedamaian,  mempererat  rasa persaudaraan, dan memperkuat rasa solidaritas di tengah masyarakat.

Jemaah Jum’at yang dirahmati Allah Swt,  Rasulullah saw memberikan perhatian besar terhadap pentingnya menjaga silaturahmi. Dalam sebuah hadis, Rasullullah bersabda:

من أحب أن يُبسط له في رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أثره فَلْيَصل رحمه.

"Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (H.R. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa perilaku silaturahmi bukan hanya bersifat ukhrawi, namun juga mendatangkan keberkahan di dunia, yaitu orang yang menjaga hubungan baik dengan sesama akan memperoleh kelapangan rezeki, kesehatan, serta umur yang penuh berkah.

Menjalin silaturahmi bisa dilakukan dengan berbagai cara yang sederhana. Beberapa tindakan persaudaraan yang dapat menjadi contoh dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu mengunjungi  keluarga,  tetangga,  dan  sahabat,  menjaga  lisan,  memberikan  perhatian,  dan meringankan beban saudara kita yang sedang dalam kesulitan.

Kemudian yang tidak kalah penting memaafkan kesalahan orang lain dan memperbaiki hubungan yang pernah renggang. Mendoakan kebaikan bagi orang lain juga merupakan bentuk silaturahmi yang mulia.

Rasulullah  saw  memberikan  peringatan  keras  kepada  siapapun  yang  memutuskan silaturahmi dengan sabdanya:

"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturahmi." (H.R. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menjaga tali silaturahmi, mulai dari lingkungan keluarga,  tetangga,  hingga  masyarakat  luas.  Dengan  silaturahmi,  kita  akan  menciptakan kedamaian, mempererat persaudaraan, dan memperkuat ukhuah Islamiah.

Jemaah yang dirahmati Allah Swt,

Sebelum mengakhiri khotbah ini, mari kita berdoa kepada Allah Swt agar diberikan kekuatan untuk senantiasa menguatkan tali persaudaraan dengan bersilaturahmi. Ya Allah, satukanlah hati kami dalam kebaikan dan kasih sayang. Jauhkanlah kami dari perpecahan dan permusuhan.  Berikanlah  kepada  kami  keberkahan  dalam  menjaga  tali  silaturahmi, lapangkanlah rezeki kami, dan panjangkan umur kami dalam ketaatan kepada-Mu. Amin ya Rabbal Alamin.

Baca juga: Bantuan Subsidi Upah BSU 2025 Sudah Mulai Disalurkan ke Rekening Pekerja? Cek Tahapan di Sini

Khotbah Kedua
الحمد و الَّذِي هدانا هذا وما كنا لنهتدي لولا أن هذاه الله أشْهَدُ أن لا إله إِلَّا اللَّهُ وَحْلَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أن عدد تحمدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لا ني وَلا رَسُولٌ يَعْلَهُ اللهُمَّ صَلَّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِ المُرْسَلِي، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اله وأصحابه أجممين أما بعد فيا أيها الحاضرون، أوصيكم ونفسي بتقوى الله عَزَّ وَجَلَّ، فَالتَّقْوَى هِيَ وَصِيَّةٌ رَبِّ العالَمِينَ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرينَ مِن خَلْقِهِ، فقد قال في كتابه العزيز: يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وأنتُمْ مُسْلِمُونَ وَأَمر المسلمين والمؤميين بالصَّلاةِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ كَمَا قَالَ فِي القُرْآنِ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى
التي ا أنها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما اللهم القهر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات اللهم بير لنا أمورنا وحصيل مقاصدة وأخين من أحسن إلينا ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وإنا العذاب النار عباد الله إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإبقاء في الفرق، وينهى عن الفحشاء والشكر والتي يعظكم لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم الذكركم، والكروة على يميم بردك، ولذكر الله اكبر.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved