Senin, 20 April 2026

Haji 2025

Gejala Penyakit Pasca Haji, Kemenkes: Waspadai Demam, Batuk dan Risiko Covid-19

Seluruh jemaah haji yang sedang bersiap pulang atau yang telah tiba di Tanah Air diimbau untuk tetap menjaga kesehatan.

Editor: Fadhila Amalia
TRIBUNNEWS/BIAN HARNANSA
HAJI 2025 - Seluruh jemaah haji yang sedang bersiap pulang atau yang telah tiba di Tanah Air diimbau untuk tetap menjaga kesehatan. 

TRIBUNPALU.COM - Seluruh jemaah haji yang sedang bersiap pulang atau yang telah tiba di Tanah Air diimbau untuk tetap menjaga kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan (Kabid) PPIH Arab Saudi, Mohammad Imran, mengatakan bahwa penting bagi jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala penyakit pasca-haji guna mencegah penyebaran dan komplikasi kesehatan lebih lanjut.

Baca juga: Bolehkah Daftar Lebih dari 1 Sekolah Kedinasan? Cek Ketentuan BKN

"Bagi jemaah yang sedang mempersiapkan diri untuk pulang ke Indonesia ataupun berpindah dari Makkah ke Madinah, agar selalu menjaga kesehatannya dan mewaspadai gangguan kesehatan yang dipicu cuaca panas ekstrem di Arab Saudi, dengan suhu udara di Makkah mencapai 45°C dan di Madinah mencapai 47°C, serta kelembapan rendah di bawah 15 persen," ungkapnya, dikutip dari laman Kemenkes, Jumat (20/6/2025).

Lebih lanjut, Imran menjelaskan bahwa kondisi ini berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), serta memperparah penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gagal ginjal, gagal jantung, dan penyakit paru kronis.

Baca juga: Bantuan Subsidi Upah BSU 2025 Sudah Mulai Disalurkan ke Rekening Pekerja? Cek Tahapan di Sini

"Panasnya Arab Saudi yang berbeda dengan suhu udara di Indonesia dapat memicu kejadian akut penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Kami mencatat hingga hari ke-44 pelaksanaan ibadah haji (cut-off pukul 16.00 WAS), jumlah jemaah rawat jalan di kloter mencapai 72 ribu orang, dengan tiga kasus terbanyak adalah ISPA, hipertensi, dan diabetes," ujarnya.

Imran menambahkan, bahwa data jemaah yang dirawat jalan di RSAS sebanyak 238 orang, dengan tiga kasus terbanyak adalah pneumonia, diabetes dengan komplikasi, dan penyakit jantung koroner.

Baca juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Petobo dan Lasoani Palu Berbeda, Cabai Keriting Turun Drastis

Adapun bagi jemaah yang sudah kembali ke Indonesia, Imran berpesan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, baik rumah sakit maupun puskesmas, jika mengalami demam, batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.

Baca juga: Jadwal KM Lambelu Juni 2025: Tujuan Akhir Balikpapan Berlayar Besok Sore dari Pantoloan, Palu

Ia juga menekankan pentingnya menyampaikan riwayat perjalanan kepada petugas kesehatan agar dapat diberikan penanganan yang tepat dan akurat, terlebih saat ini terdapat kenaikan kasus Covid-19 di beberapa negara, termasuk Indonesia.

"Kami mendapatkan informasi bahwa data Covid-19 di Indonesia hingga minggu ke-23 tahun 2025 mencapai 178 orang terkonfirmasi positif. Oleh karena itu, untuk mewaspadai penyebaran Covid-19, bagi jemaah yang sedang batuk-pilek sejak di Tanah Suci hingga pulang ke Indonesia, jangan lupa pakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan segera melaporkan riwayat perjalanannya ke petugas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai," tutup Imran.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved