Jembatan Desa Balano Parimo Putus
Jembatan Desa Bolano-Bajo Parimo Putus Total, Warga Gunakan Perahu untuk Nyebrang
Jembatan penghubung antar desa tersebut ambruk secara keseluruhan karena tak kuat menahan beban dan gerusan air sungai.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIMO – Jembatan penghubung antara Desa Bolano dan Desa Bajo, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kini putus total, Sabtu (21/6/2025).
Jembatan penghubung antar desa tersebut ambruk secara keseluruhan karena tak kuat menahan beban dan gerusan air sungai.
Runtuhnya jembatan awalnya terjadi pada Kamis dini hari, namun warga masih bisa melintas dengan berjalan kaki.
Hingga Sabtu pagi, warga masih bergantung pada perahu kecil untuk menyeberang.
Pantauan TribunPalu.com, warga menambatkan perahu sederhana di kedua sisi sungai sebagai alat transportasi darurat.
Beberapa anak dan orang dewasa terlihat menaiki perahu satu per satu, bergantian, sambil berpegangan pada tali tambang yang dikaitkan di jembatan.
Warga harus menaiki batu dinding penahan yang licin dan curam untuk bisa naik atau turun dari perahu.
"Kalau tidak hati-hati bisa jatuh, apalagi kalau bawa barang berat," kata salah satu warga Desa Bajo.
Hingga kini belum ada tanda-tanda pembangunan jembatan darurat, sementara aktivitas warga sepenuhnya bergantung pada moda penyeberangan tradisional tersebut.
Dalam video unggahan Radiyan CR di Facebook, terdengar suara seorang anggota TNI yang meminta agar segera dilakukan pembangunan darurat.
"Jangan hanya perencanaan. Ini harus segera dibangun darurat. Karena masyarakat lumpuh total," ujarnya dalam rekaman berdurasi 3 menit itu.
Jembatan ini merupakan satu-satunya akses darat dari Desa Bajo menuju Desa Bolano dan wilayah luar kecamatan.
Kondisi ini membuat distribusi logistik, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan terganggu.
Warga berharap pemerintah tidak menunggu lama untuk melakukan tindakan, baik berupa pembangunan jembatan darurat maupun perbaikan permanen.
"Kami sangat berharap pemerintah kabupaten segera bertindak. Ini menyangkut kebutuhan hidup orang banyak," Radiyan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Bajo, Kecamatan Bolano, maupun BPBD Parigi Moutong. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/fys8a9ys89a-yf89ayf89asfsa.jpg)