Senin, 13 April 2026

Komandan IRGC Ali Shadmani Tewas Diserang Israel, Iran Janji Balas Dendam

Pengumuman ini disampaikan oleh media pemerintah dan dikukuhkan oleh Markas Besar Militer Khatam al-Anbiya.

Editor: Regina Goldie
Foto: khamenei.ir
ALI SHADMANI- Kepala staf Iran yang baru diangkat, Ali Shadmani. Angkatan bersenjata Iran pada hari Rabu (25/6/2025) secara resmi mengonfirmasi kematian Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ali Shadmani. 

TRIBUNPALU.COM - Angkatan Bersenjata Iran pada Rabu (25/6/2025) secara resmi menyatakan bahwa Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ali Shadmani, meninggal dunia akibat luka yang dideritanya dalam serangan udara oleh Israel pada pekan sebelumnya.

Pengumuman ini disampaikan oleh media pemerintah dan dikukuhkan oleh Markas Besar Militer Khatam al-Anbiya.

Ali Shadmani, yang belum lama ini ditunjuk sebagai pemimpin Markas Pusat Garda Revolusi menggantikan Gholam-Ali Rashid, gugur dalam serangan yang dilakukan Israel pada 17 Juni.

Militer Israel mengklaim telah menargetkan “pusat komando di jantung kota Teheran” dan menggambarkan Shadmani sebagai “komandan militer paling senior” dan “tokoh yang sangat dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.”

Baca juga: Timur Tengah Terancam, BRICS Dukung Kawasan Bebas Nuklir

Dalam pernyataannya, pihak militer Iran menyebut Shadmani sebagai “martir” dan “komandan cemerlang” yang dibesarkan dalam semangat perjuangan Revolusi Islam. 

Mereka juga menegaskan bahwa kematiannya tidak akan melemahkan semangat perjuangan, melainkan menjadi pemicu untuk perlawanan yang lebih kuat.

“Dengan kehendak dan kekuatan Allah, jalan hidup mujahidin yang teguh ini niscaya akan terus berlanjut dengan kekuatan yang lebih besar di tangan para pejuang Islam yang gagah berani,” bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari Press TV.

Mereka juga bersumpah akan melakukan “balasan dendam yang keras” atas kematian Shadmani, yang mereka sebut sebagai hasil dari “tindakan kriminal pasukan Israel.”

Baca juga: Trump Ungkap Hasil Penilaian Intelijen AS Terkait Serangan Nuklir Iran

Kematian Shadmani diumumkan hanya sehari setelah gencatan senjata antara Iran dan Israel, yang dimediasi oleh Amerika Serikat, mulai berlaku pada Selasa (24/6), mengakhiri konflik bersenjata selama 12 hari. 

Iran dijadwalkan menggelar pemakaman kenegaraan pada Sabtu, 28 Juni, di Teheran untuk mengenang para komandan militer senior, termasuk Shadmani, serta ilmuwan terkemuka yang tewas dalam konflik. 

Upacara penghormatan ini diperkirakan akan dihadiri oleh pejabat tinggi negara dan rakyat dalam jumlah besar sebagai simbol perlawanan terhadap agresi asing.

Konflik terbaru dimulai pada 13 Juni, ketika Israel meluncurkan kampanye pengeboman besar-besaran yang menargetkan fasilitas nuklir Iran dan sejumlah tokoh militer senior.

Amerika Serikat kemudian ikut serta dengan menyerang instalasi nuklir Iran di Fordow, Isfahan, dan Natanz. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved