Bangkep Hari Ini
DLH Banggai Kepulauan Dorong Edukasi Lingkungan Sejak Dini Lewat Program "Gerak PS"
Program ini diinisiasi langsung oleh Kepala DLH Banggai Kepulauan, Tata Tadjudin, sebagai bentuk upaya edukasi dan pembentukan karakter.
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banggai Kepulauan terus menunjukkan komitmennya dalam menangani persoalan sampah secara berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis yang kini tengah digencarkan adalah program Gerakan Anak Peduli Sampah (Gerak PS), yang menyasar siswa sekolah dasar di wilayah Kota Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
Program ini diinisiasi langsung oleh Kepala DLH Banggai Kepulauan, Tata Tadjudin, sebagai bentuk upaya edukasi dan pembentukan karakter peduli lingkungan sejak usia dini.
"Permasalahan sampah saat ini bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga jenis yang makin kompleks. Untuk itu, perlu strategi penanganan yang tidak hanya teknis, tapi juga berbasis kesadaran masyarakat, terutama generasi muda," ujarnya, Senin (7/7/2025).
Ia menjelaskan Gerak PS didasarkan pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, khususnya Pasal 12 yang menegaskan kewajiban setiap orang untuk mengelola sampah rumah tangga secara berwawasan lingkungan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Luapan Sungai di Desa Air Panas Parigi Moutong Rendam Jalan dan Rumah Warga
Selain itu, program ini juga mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan.
Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 12, program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Menciptakan lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat yang bersih, sehat, dan nyaman.
Kemudian meningkatkan literasi lingkungan pada generasi muda sejak dini, serta menekan jumlah sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) 3R.
Tata Tadjudin kembali menjelaskan Gerak PS dijalankan dengan dua fokus utama, yaitu pemilahan sampah, di mana siswa dilatih mengklasifikasikan sampah menjadi tiga jenis (organik, anorganik, dan B3) secara konsisten di sekolah.
"Kebiasaan ini kemudian diharapkan menular ke rumah dan lingkungan sekitar," tuturnya.
Kemudian fokus selanjutnya adalah pembiasaan membuang sampah pada tempatnya melalui pembelajaran langsung dan praktik harian, di mana program ini akan membentuk kebiasaan positif di lingkungan sekolah dan keluarga.
Selanjutnya untuk mendukung efektivitas program, DLH Banggai Kepulauan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti komunitas lokal, bank sampah, LSM lingkungan, hingga instansi pemerintah terkait.
| Bupati Banggai Kepulauan Galakkan Pangan Alternatif, Kurangi Ketergantungan pada Padi |
|
|---|
| Nelayan Banggai Kepulauan Jatuh ke Laut setelah Pulang Memancing |
|
|---|
| Pengawasan MBG di Banggai Kepulauan Harus Diperketat |
|
|---|
| Pergantian Suplayer Diduga Penyebab Kasus Keracunan MBG di Bangkep |
|
|---|
| Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Palu Akan Turun Investigasi Kasus Keracunan Bangkep |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/IMG-20250707-WA0009jpg.jpg)