Jumat, 24 April 2026

Sulteng Hari Ini

BKKBN Sulteng Gelar Rakorda, Komitmen Perkuat Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Ia menyebut sejumlah indikator pembangunan kependudukan di Sulawesi Tengah mengalami perkembangan yang positif. 

Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
HANDOVER / BIRO ADPIM PEMPROV SULTENG
BKKBN SULTENG - BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2025 di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Selasa (8/7/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2025 di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Selasa (8/7/2025).

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan keluarga dan pengendalian penduduk di Sulawesi Tengah, sekaligus mendukung program "Berani Cerdas" dan "Berani Sehat" menuju Indonesia Emas 2045.

Rakorda dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD Sulteng Arus Abdul Karim, unsur Forkopimda, dan para pemangku kepentingan terkait.

Baca juga: Diskusi Bersama LS-ADI, Pemprov Sebut Banyak Penambang di Sulteng Gunakan Jalan Pintas

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan Rakorda Bangga Kencana tahun ini.

“Bangga Kencana bukan sekadar program. Ini adalah motor penggerak untuk mendorong kemajuan daerah, terutama dalam memperkuat kualitas keluarga dan pengendalian penduduk,” ujar Reny.

Ia menyebut sejumlah indikator pembangunan kependudukan di Sulawesi Tengah mengalami perkembangan yang positif. 

Di antaranya angka Total Fertility Rate (TFR) yang pada tahun 2024 tercatat mencapai 2,26 anak per perempuan, mendekati angka pengganti populasi.

Penggunaan kontrasepsi modern juga meningkat menjadi 58,9 persen, termasuk 34,5 persen di antaranya menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Namun, masih terdapat 13,8 persen pasangan usia subur yang belum terpenuhi kebutuhan ber-KB-nya.

“Masih ada tantangan, dan kita harus pastikan akses layanan KB, terutama di posyandu, dapat diperluas dan ditingkatkan kualitasnya,” kata Reny.

Berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK24), terdapat 789.377 keluarga di Sulawesi Tengah dengan 431.185 pasangan usia subur. 

Baca juga: Bupati Parimo Soal Isu PPPK Siluman: Saya Baru Dengar, Kalau Ada Akan Kita Telusuri

Data tersebut juga mencatat 0,73 persen perempuan menikah pada usia dini, yang menurut Wakil Gubernur perlu menjadi perhatian serius.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved