Sulteng Hari Ini
Diskusi Bersama LS-ADI, Pemprov Sebut Banyak Penambang di Sulteng Gunakan 'Jalan Pintas'
Gubernur Sulawesi Tengah diwakili Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Farid Yatolembah membahas soal perizinan tambang di Sulawesi Tengah.
Penulis: Supriyanto | Editor: Lisna Ali
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah diwakili Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Farid Yatolembah membahas soal perizinan tambang di Sulawesi Tengah.
Ia menyebut di Sulawesi Tengah masih banyak Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih beroperasi.
Hal itu disampaikan Farid Yatolembah saat memberikan sambutan dalam 'Focus Group Discussion' (FGD) yang diselenggarakan oleh Lingkar Studi Aksi Demokrasi Indonesia (LS-ADI) pada Selasa (8/7/2025).
Menurutnya, hal itu lantaran meningkatnya nilai jual dari hasil pertambangan.
Baik pertambangan pasir dan batu (Sirtu), logam bahkan emas.
"Makanya banyak yang pakai jalan pintas karena di sana menjanjikan dan mau cepat mendapatkan keuntungan," ucap Farid dalam sambutannya.
Selain cepat mendapat keuntungan, Farid Yotolembah juga mengatakan bahwa pengurusan izin pertambangan sangatlah rumit.
Hal tersebut yang menjadikan para investor pertambangan membuka lahan tanpa izin dari dinas ataupun pemerintah terkait.
Lebih lanjut, Farid Yotolembah menjelaskan bahwa masalah kehadiran Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sulawesi Tengah banyak menyebabkan masalah lingkungan.
"Saat saya menjabat Plt Bupati di Morowali Utara selama 3 bulan, laut disana itu sudah coklat semua padahal mereka punya izin," ungkapnya.
"Masalah tanah juga, yang seharusnya dibebaskan tetapi tidak dibebaskan dan mereka sudah melakukan pertambangan," lanjutnya.
Mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Farid berharap adanya kolaborasi antar pemerintahan terkait untuk menindaklanjuti seluruh pertambangan ilegal di Sulteng.
Setelah memberikan sambutan, Farid Yotolembah membuka secara langsung FGD tersebut.
Untuk diketahui, FGD tersebut mengangkat tema "Resolusi Pertambangan Tanpa Izin Di Sulawesi Tengah" yang berlangsung di Westside Cafe Jl Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.(*)
| Istri Wakapolda Sulteng Narny Helmi Kwarta Raih Cumlaude Magister Hukum UMI |
|
|---|
| Dukung Ekspor Durian, Anggota DPR RI Ellen E Pelealu Minta Kementan Tambah Kuota Bibit di Sulteng |
|
|---|
| Ekspor Durian Beku Sulteng ke Tiongkok Tembus Rp377,5 Miliar Hingga April 2026 |
|
|---|
| Persigi Fc ke Semifinal, Persibal Luwuk Tantang AKL 88 di Piala Gubernur Sulteng 2026 |
|
|---|
| Kominfosantik Sulteng Terima 150 Usulan Desa Terkait Kebutuhan Internet Program Berani Berdering |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/LS-ADI-FGD.jpg)