Selasa, 14 April 2026

Sulteng Hari Ini

5 Proyek Irigasi Prioritas di Sulteng Masih Belum Direalisasi, Ini Daftarnya

Penyelarasan visi dan program antara Pemerintah Pusat dan Daerah menjadi sorotan utama, sejalan dengan agenda nasional Asta Cita Presiden RI.

Editor: Regina Goldie

TRIBUNPALU.COM - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memulai kunjungan kerjanya di Provinsi Sulawesi Tengah dengan pertemuan strategis bersama Gubernur Sulteng, Anwar Hafid.

Pertemuan berlangsung di Ruang Polibu, Kantor Gubernur, dan membahas usulan program prioritas infrastruktur daerah.

Dalam forum tersebut, Gubernur Anwar Hafid memaparkan langsung lima usulan utama infrastruktur, terutama di sektor irigasi, sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Penyelarasan visi dan program antara Pemerintah Pusat dan Daerah menjadi sorotan utama, sejalan dengan agenda nasional Asta Cita Presiden RI.

Gubernur Anwar menekankan pentingnya percepatan pembangunan daerah irigasi yang dinilai strategis untuk mendukung program swasembada pangan daerah, terutama dalam mendukung program “BERANI Panen Raya” dengan target produksi padi 6 ton per hektare.

Namun, dari lima lokasi prioritas irigasi yang telah memiliki dokumen perencanaan dan readiness criteria (RC), belum ada satu pun yang direalisasikan oleh Pemerintah Pusat hingga kini.

Berikut lima lokasi irigasi prioritas yang diusulkan:

  1. Daerah Irigasi Karaopa (Kab. Morowali)

    Terletak di dekat kawasan industri strategis. Studi pengembangan pada 2018 menyarankan perluasan layanan dari 2.400 ha menjadi 3.200 ha. Diperlukan peningkatan saluran eksisting untuk mengimbangi penambahan area tanam.

  2. Daerah Irigasi Sausu-Torue (Kab. Parigi Moutong)

    DI Sausu berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat, sementara DI Torue menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi. Keduanya berada di sentra produksi padi seluas 10.475 ha yang sangat membutuhkan stabilitas pasokan air irigasi.
  3. Daerah Irigasi Kodina (Kab. Poso)

    Proyek bendung Kodina terhenti sejak konflik tahun 1996. Potensi layanan mencapai 5.500 ha di 13 desa. Saat ini, 45 km saluran belum terbangun, mengakibatkan alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan.
  4. Daerah Irigasi Binsil (Kab. Banggai)

    Direncanakan mencakup empat desa di Kecamatan Bualemo, dengan potensi layanan 1.200 ha. Irigasi akan menggunakan debit Sungai Malik sebesar 3 m⊃3;/detik dari total potensi 9 m⊃3;/detik.
  5. Daerah Irigasi Meko (Kab. Poso)

    Melayani sekitar 2.300 ha di lima desa. Pembangunan teknis meliputi saluran pembawa sepanjang 27 km, saluran pembuang 7 km, dan bangunan pelengkap lainnya, yang belum terealisasi hingga saat ini.

    Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan sinergi yang konkret antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya irigasi, sebagai kunci mewujudkan kedaulatan pangan di Sulawesi Tengah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved